Kuala Lumpur, Gontornews — Pembebasan mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim ditunda, setelah dewan pengampunan negara menggeser pertemuannya ke hari Rabu untuk membahas pengampunan kerajaan.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor raja Malaysia, Yang Di-Pertuan Agong, pihaknya puas dengan semua prosedur untuk pembebasan Anwar, tetapi kantor perdana menteri meminta agar pertemuan tersebut “ditunda” hingga 16 Mei. Demikian portal berita Malaysia Kini melaporkan.
“Yang Di-Pertuan Agong telah menyetujui permintaan yang akan diselesaikan pada Rabu, 16 Mei, bersamaan dengan Ramadhan,” kata pejabat kerajaan, Wan Ahmad Dahlan.
Seperti dirilis Aljazeera, istri Anwar, Wan Azizah Wan Ismail, yang ditunjuk sebagai Wakil Perdana Menteri, telah membahas masalah ini dengan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.
Partai Anwar, Parti Keadilan Rakyat (PKR) dan pengacaranya, R Sivarasa, juga mengonfirmasi penundaan Rabu itu.
“Petisi itu diajukan oleh anggota keluarga dan didasarkan pada alasan bahwa keyakinan Anwar adalah pengabaian keadilan, dan kedua, karena kondisi kesehatannya saat ini,” kata Sivarasa seperti dikutip oleh Malaysia Kini.
Anwar saat ini berada di Rumah Sakit Rehabilitasi Cheras di Kuala Lumpur, di mana dia pulih setelah operasi di bahunya.
Pada hari Sabtu, Channel NewsAsia mengutip Nurul Izzah, putri Anwar, yang mengatakan bahwa ayahnya akan dibebaskan pada hari Selasa. [Rusdiono Mukri]


















