Jakarta, Gontornews – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan bahwa 1 Muharram 1438 akan jatuh pada hari Sabtu, 1 Oktober 2016. Pada laman resminya, BMKG memperinci beberapa data terkait prakiraan hilal saat matahari terbenam tanggal 1 Oktober 2016 besok.
BMKG merilis bahwa titik konjungsi atau ijtima’ di pusat bumi akan terjadi pada hari Sabtu, 1 Oktober 2016 pukul 07.12 WIB atau 08.12 WITA atau 09.12 WIT. Pada saat itu, umur bulan dari sejak konjungsi hingga selesai konjungsi adalah 29 hari 15 jam 08 menit.
Sedangkan waktu terbenamnya matahari pertama di Indonesia terjadi di Waris, Papua, pada pukul 17.30 WIT dengan wilayah terakhir terbenamnya matahari terjadi di wilayah Banda Aceh, Aceh, pada pukul 18.30 WIB.
Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan matahari terbenam, dapat diaktakan konjungsi terjadi sebelum matahari terbenam tanggal 1 Oktober 2016 di wilayah Indonesia. Sehingga secara astronomi rukyat hilal penentu awal bulan Muharram 1438 H di Indonesia dapat dilakukan setelah matahari terbenam tanggal 1 Oktober besok.
Terkait ketinggian Hilal, salah satu syarat penentuan bulan hijriyah pada tanggal 1 Oktober 2016 berkisar antara 2,90 derajat di Merauke, Papua sampai 4,33 derajat di Banda Aceh, Aceh. Sedangkan peta elongasi atau peta sudut antara bulan dan matahari saat matahari terbenam tanggal 1 oktober 2016 berkisar antara 3,77 derajat di Jayapura sampai 4,98 derajat di Banda Aceh.
Untuk umur bulan, BMKG merilis, umur bulan di Indonesia pada tanggal 1 Oktober 2016 berkisar antara 8,31 jam di Waris, Papua sampai dengan 11,31 jam di Banda Aceh. Peta laga pada tanggal tersebut berkisar antara 14,50 menit di Merauke sampai dengan 20,59 menit di Sabang, Aceh.
Pun demkian dengan peta fraksi iluminasi bulan pada 1 Oktober 2016 berkisar antara 0,109 derajat di Jayapura sampai 0,190 derajat di Banda Aceh. BMKG juga memprediksikan bahwa saat terjadinya hilal, hampir dapat dipastikan jika tidak ada objek astronomis seperti Venus, Merkurius maupun bintang cemerlang yang menyebabkan pengamat menganggapnya sebagai hilal.
“Pada 1 Oktober 2016, dari sejak matahari terbenam hingga bulan terbenam di seluruh Indonesia tidak ada objek astronomis lainnya yang cerlang dan jarak sudutnya lebih kecil daripada 5 derajat dari bulan,” terang BMKG dalam rilis resminya. Jika informasi pergantian tahun telah dirilis, alangkah baiknya, bagi para Muslim membaca doa pergantian tahun. [Mohamad Deny Irawan/Rus]


















