Damaskus, Gontornews — Untuk pertama kalinya sejak pecah perang pada tahun 2011, pemerintah Suriah membongkar sejumlah pos pemeriksaan dan portal jalan yang membatasi kehidupan warganya selama tujuh tahun terakhir.
Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah Suriah dengan bantuan pasukan Rusia membongkar puluhan penghalang jalan dan pos-pos pemeriksaan milik kelompok-kelompok bersenjata pro-pemerintah di Damaskus dan sekitarnya.
Seperti dirilis Aljazeera, keputusan pemerintah Suriah untuk membuka Damaskus menyusul serangkaian kemenangan militer yang membersihkan ibukota dan desa-desa di sekitarnya dari pasukan oposisi.
Perkembangan tersebut memberi pemerintah, untuk pertama kalinya, kontrol atas ibukota dan wilayah pedesaannya.
Setelah pertempuran sengit April lalu, tentara Suriah mendapatkan kembali kendali Ghouta Timur, dekat ibukota, yang telah dikuasai oleh pejuang oposisi sejak 2012.
Ribuan orang tewas dalam pertempuran di pinggiran Damaskus, tempat tentara Suriah dan para pemberontak dituduh menggunakan senjata kimia, klaim yang ditolak kedua belah pihak.
Banyak pejuang pemberontak yang masih hidup dan keluarga mereka telah melarikan diri atau diungsikan ke Provinsi Idlib, di bawah perjanjian evakuasi Rusia dan yang ditengahi oleh PBB.
Gubernur pedesaan Damaskus Ala Ibrahim mengumumkan bulan lalu bahwa sekitar 90 persen penghadang jalan di sekitar Damaskus telah dibongkar. [Rusdiono Mukri]




















