Ponorogo, Gontornews — Bertempat di halaman gedung Aligarh dan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor menggelar upacara pembukaan tahun ajaran baru Kulliyyatul Mu’allimin al Islamiyyah (KMI) dan pengumuman resmi dimulainya ujian tulis calon pelajar (capel) pada Senin (25/6/2018).
Dalam upacara yang dihadiri guru, calon guru, pelajar KMI dan capel KMI Gontor, Pimpinan Pondok Modern Darussalam KH Hasan Abdullah Sahal mengungkapkan kebanggaannya dengan santri tahun ini. Karena mayoritas santri berdisiplin waktu dengan baik
“Tahun ini, 99% santri Gontor berdisiplin waktu, datang sesuai ketentuan kedatangan, yaitu pada hari Ahad sebelum bel berbunyi jam 12 malam. Dari 4 ribuan santri hanya 46 santri yang belum datang, dan kemungkinan punya udzur tertentu,”ungkapnya.
Putra KH Ahmad Sahal ini juga mengungkapkan kesyukurannya, karena semua rentetan kegiatan pra-penyambutan santri berjalan lancar. “Semua sektor bersinergi, aktif menyukseskan program pondok ini,”imbuhnya.
Sementara itu Direktur KMI Ustadz Masyhudi Subari MA berpesan kepada santri lama agar segera menyelesaikan persyaratan dan perlengkapan untuk menghadapi tahun ajaran baru ini dan bagi santri pindahan dari Gontor cabang agar segera beradaptasi, sebab setiap tempat pasti ada perbedaannya.
“Bagi seluruhnya agar langsung menyatu dengan suasana pendidikan Gontor. Masuklah Gontor secara total, jangan sampai ada yang tertinggal, terculik (hatinya) di rumah,” tandasnya.
Selain itu peringatan keras juga disampaikan Direktur KMI untuk capel, agar tidak ada yang melakukan kecurangan dalam bentuk apapun, karena jika ada yang melakukan kecurangan maka dia akan terhina, terhina selamanya.
“Ujian merupakan sunnatullah, untuk mengukur kadar masing-masing kita. Para nabi pun diuji dan diuji. Dengan ujian seseorang akan meningkat dan maju,”jelasnya.
Sebagai informasi, pendaftaran Gontor tahun ajaran 1439-1440/2018-2019 resmi ditutup pada Ahad (24/6/2018) pukul 24.00. Berdasarkan informasi resmi capel tahun ini berjumlah 3.241 orang.
Setelah upacara selesai ribuan capel diarahkan ke gedung-gedung tempat ujian yang bertempat di gedung Rabithah, Sudan, Yaqdzoh, Saudi, dan Al-Azhar. Masing-masing kelas tersebut diisi oleh 30 orang. [Muhammad Khaerul Muttaqien]






















