Jakarta, Gontornews –Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr KH Didin Hafidhuddin hadir dalam Multaqo Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Afrika dan Eropa yang ke-5 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Selasa (3/7/2018).
Dalam acara tersebut, Kiai Didin menyampaikan pentingnya persatuan umat Islam. “Kita semua terutama para ulama harus menghindari hal-hal yang menyebabkan perpecahan, misalnya asobiyah (fanatik kelompok), tidak boleh ada asobiyah di kalangan ulama. Nabi mengatakan, bukan umat-Ku orang yang mengajak kepada kesukuan, berperang karena kesukuan atau kebangsaan. Jadi kita ini umat yang satu, tidak boleh berpecah,” ujarnya.
Menurut Kiai Didin, salah satu yang bisa merusak persatuan adanya sifat hasad dan dengki. “Oleh karena itu harus selalu ada upaya untuk membersihkan hati dari sifat hasad dan dengki karena sifat-sifat itu yang mengganggu persatuan dan kesatuan. Para sahabat Nabi itu mereka banyak beda pendapat tapi tidak berpecah belah karena hatinya bersih,” ungkapnya.
Dalam acara Multaqo yang dihadiri lebih dari 500 peserta dari berbagai negara itu, Kiai Didin juga mengingatkan agar umat Islam selalu Ta’awun, tolong menolong atau bekerjasama dalam berbagai program.
“Harus dibangun kerjasama antar organisasi Islam bahkan antar negara, dalam bidang pendidikan, bidang ekonomi apalagi ekonomi jamaah, dalam bidang politik kepemimpinan kita harus saling mendukung satu sama lain,” jelasnya.
Kiai Didin juga berpesan, bagaimana kita bisa melatih diri dari adanya perbedaan-perbedaan itu jangan sampai menghambat dalam menerima kebenaran. “Walaupun kebenaran itu datang dari orang yang kita benci, sebaliknya kita menolak kebatilan walaupun datang dari orang yang kita cintai,” katanya.
“Jadi intinya kita tidak hanya bicara persatuan tapi juga harus menghindari berbagai hal yang menyebabkan perpecahan,” tandasnya. [Fathurroji]




















