Gaza Barat, Gontornews — Setidaknya dua remaja Palestina tewas setelah Tentara Israel melancarkan serangan udara ke al-Kutaiba, sebuah daerah di Gaza barat. Selain itu, serangan juga mengakibatkan belasan orang lainnya luka-luka, Sabtu (14/7).
Pejabat Kementerian Kesehatan Palestina menjelaskan, remaja yang tewas adalah Amir al-Nimri (15) dan Luay Kaheel, (16). Keduanya tewas sesaat setelah serangan udara dilancarkan Israel di siang hari.
Lokasi serangan merupakan alun-alun Kutaiba yang berdekatan dengan taman yang sering dikunjungi oleh warga sekitar di akhir pekan, terutama selama bulan-bulan musim panas.
“Itu sebabnya banyak warga sipil terluka dalam serangan itu,” kata Maram Humaid, seorang wartawan di Gaza, Aljazeera.
Sementara itu, dalam sebuah posting Twitter, militer Israel mengkonfirmasikan bahwa pihaknya menargetkan sebuah gedung tinggi dan mengatakan pihaknya telah memperingatkan warga untuk mengungsi sebelum serangan itu dilakukan.
Sebelumnya, serangan udara Israel juga telah melukai dua orang yang menargetkan beberapa lingkungan di Gaza. Sehingga korban lukai meningkatkan menjadi 14 orang.
Pasca serangan terhadap al-Kutaiba, kesepakatan gencatan senjata dicapai melalui upaya mediasi internasional dan regional.
Dalam sebuah posting Twitter, Hamas, kelompok yang mengatur Jalur Gaza, mengatakan upaya beberapa pihak termasuk negara tetangga, Mesir telah berhasil menerapkan gencatan senjata yang bertahan lama. Devi Lusianawati






















