Gaza City, Gontornews — Mohmen al-Hams (17) tewas setelah ditembak di dada oleh tentara Israel ketika berlangsung aksi protes di dekat kota Rafah, Gaza selatan, Jumat (27/7).
Tentara Israel juga menembak mati dua warga Palestina lainnya dalam demonstrasi hari Jumat itu.
Majdi Ramzi Kamal al-Satra, remaja Palestina berusia 12 tahun, tewas oleh tembakan tentara Israel, menurut pejabat kesehatan di Jalur Gaza.
Ashraf al-Qidra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, mengatakan bocah itu tewas di timur Khan Younis.
Sebelumnya pada hari itu, Ghazi Mohammad Abu Mustafa (43), tewas setelah ditembak di bagian kepala.
Aljazeera menulis, militer Israel juga menggunakan drone untuk menjatuhkan gas air mata pada demonstran.
“Israel telah menggunakan pesawat tak berawak ini untuk menjatuhkan gas air mata ke kerumunan massa. Lebih dekat ke pagar, penembak jitu Israel terus mengintai dan secara sporadis melepaskan tembakan.”
Seperti dikutip Aljazeera, seorang pengunjuk rasa perempuan mengatakan, kondisi kehidupan yang sulit dan kemiskinan di Gaza mendorong orang berdemonstrasi menuntut hak mereka.
“Kami menderita, tidak ada listrik, tidak ada air … orang-orang kelaparan. Ini menyakitkan. Kami akan tetap berdiri di sini untuk menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa kami menginginkan hak kami.”
Setidaknya 184 warga Palestina terluka oleh pasukan Israel pada hari Jumat itu. Sebanyak 117 di antaranya membutuhkan perawatan rumah sakit. Di antara yang terluka terdapat 14 anak dan 10 wanita, serta empat paramedis dan satu wartawan.
Sebanyak 151 warga Palestina telah terbunuh sejak unjuk rasa Pawai Besar Maret dimulai pada 30 Maret lalu. [Rusdiono Mukri]





















