Berlin, Gontornews — Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan Kanselir Jerman Angela Dorothea Merkel, menggelar pertemuan, Sabtu (18/8). Pertemuan kedua pemimpin tersebut membahas mengenai Nord Stream 2 dan rekontruksi Suriah.
Dalam pertemuan tersebut, Putin mengatakan jika rencana pipa gas alam trans-Baltik yang menghubungkan Rusia dan Jerman secara eksklusif merupakan proyek ekonomi. Namun usaha kontroversial tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di Washington lantaran dianggap telah membagi Eropa.
“Pipeline Nord Stream 2 tidak akan menutup pintu pengiriman gas melalui Ukraina,” katanya, dikutip Aljazeera.
Selain membahas mengenai Nord Stream 2, Merkel dan Putin membahas soal konflik di Ukraina dan Suriah. Pembicaraan tersebut sudah dalam pertemuan bilateral pada bulan Mei, yaitu ketika Merkel pergi ke Sochi untuk bertemu dengan mitranya dari Rusia
Nord Stream 2 adalah subyek kritik keras oleh Presiden AS Donald Trump pada KTT NATO Juli lalu, ketika dia mengatakan usaha itu membuat pemerintah Jerman sepenuhnya dikendalikan dan ditawan oleh Rusia.
Sementara itu, Merkel sendiri telah mendukung Nord Stream 2 pipeline yang dalam penyelesaiannya dapat menggandakan jumlah gas yang sudah mengalir langsung dari Rusia ke Jerman melalui pipa Nord Stream 1 yang telah ada.
“Ukraina harus terus memainkan peran dalam transit gas ke Eropa setelah Nord Stream 2 di tempat,” katanya. [Devi Lusianawati]























