New York, Gontornews — Narapidana di 17 negara bagian di Amerika Serikat akan melakukan pemogokan mulai Selasa ini sampai 9 September untuk memprotes kondisi hidup dan mengakhiri ‘perbudakan modern’.
Sebelumnya, aksi protes di Lembaga Pemasyarakatan Lee di South Carolina pada bulan April lalu berakhir dengan tujuh orang tewas.
Aksi itu dipicu oleh ketegangan terkait geng, yang dipicu oleh kondisi hidup yang buruk dan berkepanjangan karena kekurangan petugas. Pada saat itu, seorang saksi mengatakan kepada Associated Press bahwa mayat ditumpuk satu sama lain.
Sekarang, setelah empat bulan berlalu, tahanan di 17 negara bagian AS dijadwalkan untuk melakukan pemogokan mulai hari Selasa (21/8) sebagai tanggapan terhadap aksi mematikan itu.
Tidak jelas di negara bagian mana saja dan di penjara mana saja aksi pemogokan itu akan terjadi.
Jailhouse Lawyers Speak (JLS), kelompok pendukung tahanan yang melakukan pemogokan Selasa, mengatakan dalam siaran pers bahwa keputusan untuk melakukan aksi pemogokan sebagai reaksi atas kematian para narapidana di South Carolina.
“Tujuh kawan kehilangan nyawa mereka dalam pemberontakan yang tidak masuk akal yang bisa dihindari jika penjara tidak terlalu penuh dari keserakahan oleh penahanan massal dan kurangnya penghormatan terhadap kehidupan manusia yang tertanam dalam ideologi pidana bangsa kita,” demikian pernyataan yang dibacakan.
Pemogokan luas akan mencakup boikot, protes, aksi duduk dan penghentian kerja. Aksi ini bisa lebih besar dari pemogokan penjara bersejarah yang mencengkeram lembaga pemasyarakatan di seluruh AS pada tahun 2016.
Aksi pemogokan 2016 itu merupakan salah satu tindakan penjara terbesar dalam sejarah AS, yang melibatkan sekitar 24.000 tahanan di 20 LP di dua lusin negara bagian.
Kevin Steele (25 tahun), yang pernah delapan tahun mengisi jeruji besi di beberapa LP di negara bagian New York, mengatakan protes damai di dalam penjara sering gagal untuk mendapatkan perhatian dari kalangan masyarakat umum.
“Ada banyak protes damai yang tak terucapkan di luar tembok penjara,” kata Steele. [Rusdiono Mukri]




















