Ankara, Gontornews – Pihak berwenang di Turki menangkap dua orang tersangka penembakan kedutaan Amerika Serikat di Ankara. Mereka adalah Ahmet Çelikten (39) dan Osman Gündaş (38).
Seperti dirilis hurriyetdailynews.com, keduanya mengakui keterlibatannya dalam serangan bersenjata itu pada 20 Agustus itu.
Polisi Turki mengidentifikasi kedua tersangka setelah memindai ratusan rekaman kamera keamanan.
Dua tersangka telah ditahan setelah beberapa tembakan dari sebuah kendaraan oleh penyerang tak dikenal ditembakkan ke Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ankara dalam sebuah serangan yang dikecam pemerintah Turki sebagai “provokasi yang jelas.”
Kantor Gubernur Ankara menyebut para tersangka sebagai Ahmet Çelikten dan Osman Gündaş. Pistol 9 mm dan kendaraan yang digunakan dalam insiden penembakan juga disita.
Çelikten dan Gündaş memiliki beberapa catatan kriminal seperti penganiayaan, obat-obatan dan pencurian mobil.
Pemeriksaan atas insiden itu masih terus berlangsung; kontak para tersangka dan semua aspek insiden penembakan sedang diselidiki.
Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Turki berterima kasih kepada polisi dan pemerintah Turki atas upayanya dalam menangkap para tersangka.
“Kami berterima kasih kepada Polisi Nasional Turki dan Pemerintah Turki atas tindakan cepat dan profesional mereka dalam menangkap dua individu yang diduga menyerang Misi kami pagi ini. Kami menghargai dukungan dan perlindungan mereka,” kata Misi AS di Turki dalam postingan Twitter.
Serangan itu terjadi pada pukul 5.30 pagi waktu setempat (0230 GMT) ketika enam tembakan dilepaskan dari sebuah kendaraan putih di pintu masuk utama Kedutaan Besar AS.
Kantor Gubernur mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tiga peluru menghantam pintu besi dan panel kaca dari kabin keamanan.
“Kami mengutuk serangan terhadap kedutaan AS. Ini jelas merupakan upaya untuk menciptakan kekacauan. Turki adalah negara yang aman dan semua misi asing berada di bawah perlindungan hukum,” kata juru bicara kepresidenan İbrahim Kalın dalam sebuah tweet.
“Serangan bersenjata terhadap kedutaan AS merupakan provokasi yang jelas. Kedutaan besar berada di bawah perlindungan negara kami,” kata juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Ömer Çelik. [Rusdiono Mukri]



















