Washington, Gontornews – Senator AS, Mitch McConnel, mengatakan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi tidak bisa disalahkan karena tidak mampu mencegah ataupun menghentikan niatan genosida yang dilakukan oleh militer Myanmar terhadap entis minoritas Rohingya.
McConnel menambahkan, Aung San Suu Kyi tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan aksi brutal militer Myanmar tersebut.
“Saya enggan bergabung dengan pihak-pihak yang berusaha menyalahkannya hanya untuk membicarakan hal-hal yang tidak mungkin dimilikinya,” kata McConnel saat dimintai tanggapan tentang laporan panel hak asasi manusia PBB tentang niat genosida etnis Rohingya sebagaimana dilansir Reuters.
Sebelumnya, panel hak asasi manusia PBB menuduh militer Myanmar telah berniat untuk melakukan kejahatan genosida terhadap etnis minoritas Rohingya di Myanmar. Panel yang dipimpin Duta Besar Indonesia untuk PBB tersebut juga menyebut pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, tidak melakukan upaya pencegahan ataupun menghalangi serangan militer terhadap etnis Rohingya.
Di sisi yang lain, Myanmar menolak tuduhan tersebut dan menyebut apa yang dilakukan oleh pihaknya adalah operasi anti-pemberontakan yang dilakukan di Rakhine. Belakangan, Cina sebagai sekutu Myanmar mengamini langkah Myanmar tersebut.
Secara spesifik, Haley mengonfirmasi bahwa laporan yang diterbitkan oleh panel PBB itu menyebut bahwa pelaku kekerasan di Myanmar melibatkan lima petinggi militer Myanmar seraya menuntut semua pelaku agar mundur dari jabatannya sembari menunggu adanya sidang ad hoc atas pelanggaran hak asasi manusia.
Sementara itu, Duta Besar Myanmar untuk PBB, Hau Do Suan, mengutarakan bahwa pihaknya telah melakukan respon yang tepat terhadap serangan yang dilakukan militan Muslim Rohingya di Rakhine.
Myanmar, sebut Hau, siap bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia jika ada bukti yang cukup. [Mohamad Deny Irawan]


















