Islamabad, Gontornews – Gelombang protes menolak rencana sayembara pembuatan karikatur Nabi Muhammad Saw oleh politisi Belanda, Geertz Wilders, di Pakistan berlanjut. Kini, demonstrasi yang dinisiasi oleh partai Tehreek-e-Labbaik, pada Hari Rabu (29/8), itu meminta agar Duta Besar Belanda untuk Pakistan dideportasi dan boleh kembali asal rencana sayembara penista agama tersebut resmi dibatalkan.
“Duta Besar Belanda harus segera dideportasi,” kata juru bicara Tehreek-E-Labbaik, Ejaz Ashrafi kepada Reuters.
“Kami hanya akan berhenti (berdemonstrasi) ketika pemerintah (Pakistan) memenuhi permintaan ini,” tambah Ashrafi.
Sebelumnya, secara resmi Pakistan menyampaikan protesnya kepada Pemerintah Belanda agar acara tersebut dibatalkan. Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan dalam sidang Majelis Tinggi di Pakistan beberapa pekan lalu bahkan menyebut sayembara tersebut hanya akan menyakiti hati muslim seluruh dunia.
“Mereka tidak mengerti betapa sakit hatinya kami ketika mereka melakukan tindakan tersebut,” ujar PM Imran Khan sambil mengutuk rencana Geertz Wilders tersebut.
Bukan hanya itu, Menteri Luar Negeri Shah Mahmood Qureshi juga mengakui bahwa Pakistan telah menghubungi forum pertemuan tingkat tinggi dunia seperti PBB dan Uni Eropa untuk menyelesaikan masalah ini. “Kami telah mengangkat masalah ini di beberapa perundingan tingkat tinggi dunia,” sebut Qureshi.
“Kami telah menghubungi PBB. Kami (juga) telah menghubungi Uni Eropa,” tambah Qureshi.
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte bahkan menyebut dirinya tidak mungkin melakukan tindakan tersebut. “Saya tidak akan melakukan sesuatu seperti itu,” pungkas Rutte. [Mohamad Deny Irawan]






















