Hanoi, Gontornews — Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi memastikan bahwa Pemerintah Myanmar akan sekuat tenaga menangai situasi di Rakhine dengan lebih baik. Suu Kyi pun percaya jika keadilan bisa ditegakkan di Rakhine asal semua pihak mendapatkan perlakuan hukum yang sama.
“Tentu saja ada cara dimana situasinya dapat ditangani dengan lebih baik,” kata Suu Kyi dalam pertemuan World Economy Forum di Convention Centre di Hanoi, Vietnam, Rabu, (12/9).
“Kami percaya bahwa untuk menciptakan keamanan dalam rentang waktu yang panjang, kami harus bersikap adil kepada semua pihak. Kami tidak akan memilih siapa yang harus dilindungi oleh aturan hukum,” ungkapnya sebagaimana dilansir Reuters.
Sebelumnya, sekitar 700.000 muslim Rohingya terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka di Rakhine setelah terjadi serangan yang dilakukan oleh militer Myanmar kepada etnis minoritas Rohingya. Mereka terpaksa mengungsi ke Bangladesh untuk mendapatkan perlakuan yang layak.
Myanmar sendiri mengaku bahwa serangan tersebut merupakan serangan balasan yang diarahkan kepada kelompok Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) setelah mereka menyerang di 30 pos polisi Myanmar dan pangkalan militer pada Agustus 2017 silam.
Meski demikian, Panel HAM Persatuan Bangsa Bangsa memastikan bahwa terdapat indikasi niatan genosida yang dilakukan oleh Pemerintah Myanmar terhadap entis Rohingya di Rakhine. Namun, sekali lagi, Myanmar membantah tuduhan tersebut dan menyebut bahwa langkah yang dilakukan pemerintah Myanmar merupakan upaya pemberantasan terorisme di wilayah Rakhine. [Mohamad Deny Irawan]




















