Depok, Gontornews — Dilema keluarga masa kini, banyak yang disebabkan oleh kurangnya komunikasi antar anggota keluarga. Lagi-lagi salah satu biang keladinya adalah penggunaan gadget yang tidak kenal waktu.
Dr Helmawati SE MPdI, pakar pendidikan, kepada Gontornews.com menuturkan, “Manusia adalah makhluk sosial yang butuh bertahan hidup untuk berinteraksi dengan sesamanya.”
Ketika seorang anak tidak terbiasa berkomunikasi secara verbal dengan orang lain, sambung dosen yang pernah mengajar psikologi pembelajaran itu, maka emosionalnya akan mudah terganggu.
Sedangkan jika orangtua juga terus asyik dengan smartphonenya, maka kebutuhan psikologis anak tidak terpenuhi karena kurang interaksi dengan orangtuanya.
Berikut 4 tips batasi gadget dalam keluarga:
Pertama, bermusyawarah. Aturan terkait batasan penggunaan gadget bisa disiasati dengan bermusyawarah antar anggota keluarga. Seluruh anggota keluarga pun berkesempatan mengeluarkan pendapat dan gagasannya.
Biasanya anak usia (baligh) setara kelas 3 SD (Sekolah Dasar) sudah mulai bisa diajak berdiskusi. Kala itu, ajaklah diskusi serius agar anak paham betul betapa pentingnya aturan main dalam penggunaan gadget.
Untuk anak usia dini, mereka masih bisa diperkenalkan peraturan, namun untuk anak usia baligh, sebaiknya sering diajak bermusyawarah. Tujuannya selain untuk melatih kedewasaan, juga untuk belajar mengemukakan pendapat dan mencari solusi bersama dari setiap masalah.
Nah dalam diskusi tersebut bisa ditentukan kapan anggota keluarga berhak bermain gadget dan itu pun tetap harus di bawah pengawasan orangtua. Artinya harus ada keterbukaan satu sama lain.
“Musyawarah akan mengeluarkan gagasan-gagasan terkait aturan yang diinginkan. Setelah itu dibuatlah kesepakatan dan diakhiri dengan saling berjabat tangan,” jelas Helma, penulis buku, Mengenal dan Memahami PAUD.
Kedua, komitmen. Utamakan komunikasi langsung dengan para anggota keluarga. Tentukan jam-jam tertentu untuk quality time bersama keluarga dengan melarang siapa saja menggunakan gadget.
Ketiga, konsekuensi. Sanksi ringan bagi siapa saja yang melanggar peraturan perlu tegas ditegakkan. Jika terpaksa harus menggunakan HP di jam yang dilarang, misalnya ada tugas dari sekolah, harus dengan izin orangtua. Bahkan kalau perlu orangtua yang membantu mencarikan.
Keempat, evaluasi rutinan. Peraturan memang mudah untuk dibuat tapi biasanya sulit untuk istiqomah dijalankan. Karenanya adakan rapat evaluasi dengan kembali mengajak seluruh anggota keluarga. <Edithya Miranti>





















