Ponorogo, Gontornews — Berawal dari mahalnya kebutuhan pangan di pasaran, Pondok Gontor mendirikan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Perkulakan guna mencukupi kebutuhan pangan santri dengan harga yang terjangkau. Unit usaha ini diharapkan menjadi pemasok logistik bagi santri dan keluarga Pondok Gontor dengan prinsip ekonomi proteksi.
“Kami mengambil bahan-bahan pangan ini dari kabupaten Magetan dan Ponorogo, serta daerah lain di Jawa-Timur jika bahan yang dibutuhkan sulit didapatkan,” ujar Ustadz Ahmad Syah Indaullah, staf perkulakan kepada wartawan Gordapos, Sabtu (22/9).
Ahmad juga menjelaskan bahwa bahan pangan seperti sayuran, bumbu masak dan ikan laut dibeli 2 kali dalam 1 pekan. Hari Jum’at dan Selasa malam ke Magetan, hari Rabu dan Sabtu pagi ke Pasar Ponorogo.
“ Untuk kedepannya, kita akan mengirimkan stok ikan laut untuk semua pondok cabang Gontor yang ada di pulau Jawa dengan total ikan 1 ton” lanjutnya.
Selain itu, staf Perkulakan juga memiliki unit usaha sendiri yaitu stand Mie Ayam yang berlokasi di gedung Rabithoh lantai 1 Gontor 1 Ponorogo.
“ Adanya unit usaha Mie Ayam ini agar menambah pekerjaan kami, karena untuk pengadaan logistik dan bahan-bahan pangan hanya bekerja di waktu pembelian saja,” jelas Ustadz Syah.
Syah juga menambahkan usaha Mie Ayam ini merupakan inisiatif dari yayasan pondok melihat banyaknya walisantri serta dewan guru yang suka membeli makanan tersebut di luar pondok.
“ Biasanya kami mendapatkan untung bersih sebesar 300.000/hari dari modal awal 500.000, Tersedia juga menu lain seperti Es Pisang Ijo, Soto Ayam, dan Mie Ayam Ceker.” papar ustadz Ramadhan staf Mie Ayam. [Muhammad Fahrur Rozi/Gordapos]


















