Carcassonne, Gontornews — Setidaknya 13 orang tewas dalam sebuah banjir bandang yang menerjang wilayah Carcassonne, Prancis Selatan. Selain menewaskan lebih dari selusin orang, banjir juga telah menyapu mobil, pohon hingga jalanan.
Dikutip laman Aljazeera, Layanan Penyelamatan Kementerian Dalam Negeri Prancis menjelaskan, hujan yang terjadi selama semalam telah mengakibatkan banjir di Carcassonne.
Sementara, di Desa Villegailhenc, kondisi air di Sungai Trapel terus naik dan membuat sebuah jembatan jalan di desa itu rusak parah dan tidak dapat dilalui.
“Personil Layanan Darurat Prancis berada di daerah yang terdampak banjir dan menyelamatkan orang-orang dari banjir,” jelas layanan penyelamat.
Hujan deras yang terjadi di Carcassonne telah menciptakan air hujan sebanyak 70mm hanya dalam tiga jam. Curah hujan pada bulan Oktober di Carcassonne rata-rata terjadi dalamjangka panjang yaitu 60mm dan dalam waktu 24 jam terakhir saja, sebanyak 140mm air hujan telah berhasil dikumpulkan.
Dilihat dari laporan layanana setempat bahwa perairan mengalami kenaikan hingga tujuh meter dalam beberapa jam, orang-orang terlihat berlarian ke atap rumah mereka sambil menunggu datangnya tim penyelamat.
Banjir di wilayah tersebut bukanlah hal yang baru, terlebih ketika badai petir terkadi di atas permukaan tanah yang tinggi. Namun, peristiwa tersebut merupakan yang terburuk selama 20 tahun terakhir.
Layanan cuaca Prancis, Meteo France juga telah mengeluarkan peringatan akan terjadinya banjir untuk semua daerah sekitarnya selama dalam waktu 24 jam. Beberapa hari ke depan, risiko banjir akan terus terjadi khususnya di Spanyol timur laut, Prancis selatan, Corsica dan Sardinia.[Devi Lusianawati]




















