Jakarta, Gontornews — Indonesia dan Bavaria, negara bagian Jerman, menjalin kerjasama sektor industri komponen penerbangan. Kerjasama tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia Aircraft Component Manufacturer Association (INACOM) dan Asosiasi Industri Komponen Pesawat Terbang Bavaria yang ditandatangani di Jakarta, Selasa (18/10).
Industri komponen otomotif di dalam negeri mulai bertransformasi menjadi tulang punggung industri komponen kedirgantaraan internasional. Industri komponen nasional saat ini sebagian besar mampu mengolah bahan baku berbasis logam, karet dan plastik dengan tingkat presisi yang cukup tinggi dan didukung oleh teknologi canggih. “Kami akan mendorong industri komponen otomotif kita menjadi vendor untuk global value chain industri komponen aircraft,β ungkap Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (18/10).
Menperin mengungkapkan, kerjasama dilakukan untuk saling mendukung pengembangan dan penguatan industri komponen penerbangan kedua negara. “Isi MoU antara lain meliputi kerjasama pertukaran di bidang informasi, teknologi, dan promosi industri komponen kedua pihak,β ujar Airlangga.
MoU akan berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani. Menperin berharap, kesepakatan bilateral tersebut akan mendorong industri komponen dalam negeri dapat lebih berdaya saing di tingkat global dan akan banyak dilibatkan pada proyek yang dijalankan BavAIRia. βDi Bavaria, cukup banyak industri kecil dan menengah di sektor komponen yang menjadi vendor Airbus dan Eurocopter,β tutur Airlangga.
Kepada pemerintah Bavaria, Airlangga meminta agar dapat dibangun kerjasama yang saling menguntungkan untuk kedua negara. Apalagi, Indonesia tengah didorong menjadi bagian penting dari rantai pasok dalam pembuatan komponen maupun desain teknik industri pesawat internasional seperti Airbus dan Boeing.
βApalagi, Indonesia saat ini memiliki daya saing yang cukup tinggi, yaitu kemampuan engineering dan upah tenaga kerja yang lebih kompetitif sehingga pembuatan komponen lebih efisien,β ujarnya.
Selain itu, pemerintah Jerman khususnya Bavaria diharapkan juga dapat membantu Indonesia dalam meyakinkan Airbus untuk membuka pusat teknisinya di Indonesia. βDukungan lainnya, agar industri kedirgantaraan di Indonesia mendapatkan sertifikasi khususnya dari European Aviation Safety Agency (EASA),β ungkapnya.
Menperin juga mengharapkan kedua negara dapat meningkatkan kerjasama dalam bidang desain, riset dan pengembangan, produksi, serta sumberdaya manusia guna mendorong pengembangan industri pesawat. [M Khaerul Muttaqien/Rus]



















