Islamabad, Gontornews — Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengatakan bahwa pemerintahannya bebas dari korupsi. PM Imran tidak akan memberikan toleransi kepada siapapun yang melakukan korupsi yang dianggapnya telah membawa Pakistan terjerembab dalam perangkap hutang luar negeri.
Di samping itu, PM Imran mengkritik lawan-lawan politiknya yang terus melakukan disinformasi kepada masyarakat alih-alih merasa malu dengan apa yang telah mereka lakukan di masa lalu. Pemerintahan Pakistan sebelum era PM Imran Khan bahkan meninggalkan hutang sebesar 300 Miliar Rupee atau setara dengan 62,1 Triliun Rupiah hanya dalam kurun 10 tahun terakhir.
“Dengarkanlah. Lakukan apa saja yang anda suka. Jika anda ingin protes, kami akan memberikan wadah, makanan atau kejenakaan anda di majelis. Tapi tidak ada lagi undang-undang Ordonasi Rekonsiliasi Nasional (National Reconciliation Ordinance (NRO) yang tidak berfungsi,” kata PM Imran Khan sebagaimana dilansir Daily Times.
“Saya berjanji bahwa tidak akan memberikan kebebasan bagi para koruptor,” tambah PM Imran Khan.
Saat ini, PM Imran Khan dan jajarannya tengah melakukan audit di beberapa departemen bermasalah. PM Imran Khan optimis bahwa krisis ekonomi yang dialami Pakistan akan segera berakhir. [Mohamad Deny Irawan]





















