10
Tonton Selengkapnya
31 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 20 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Nasional

212, Gerakan Moral yang Menakutkan?

Oleh Teuku Gandawan, Direktur Eksekutif Strategi Indonesia

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
30 November 2018
in Nasional
0
Disinyair Ada Tandingan, Massa Reuni 212 Dihimbau Langsung ke Monas

BENARKAH Aksi Bela Islam yang muncul pada tahun 2016 merupakan gerakan moral? Benar sekali.

Gerakan moral penegakkan hukum ini muncul karena perilaku konyol aparat dan penguasa yang berdalih macam-macam untuk menolak penegakkan hukum ketika Ahok secara terang benderang menista Almaidah ayat 51.

Artinya Kapolri Tito dan Presiden Jokowi lah yang sebenarnya menjadi pemicu munculnya gerakan ini. Jika saja saat itu Ahok yang memegang jabatan Gubernur Jakarta segera dipidanakan sesuai hukum positif yang berlaku, maka pastilah tidak ada kebangkitan yang kita kenal dengan Aksi Bela Islam.

Apakah saat itu ada tendensi mengupayakan diadakan penegakkan hukum jalanan? Tidak ada. Bahkan ketika itu ada upaya membangun opini seolah massa ingin main hakim sendiri yakni seolah ingin menangkap sendiri Ahok.

BACA JUGA

BAZNAS dan Bank Indonesia Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Zakat

Bersama BAZNAS, Gramedia Salurkan 4.933 Al-Qur’an Cordoba dari Sedekah Pelanggan

Bantu Palestina, BAZNAS Jabar Salurkan Kurban dan Sedekah Daging Melalui BAZNAS

BAZNAS Perkuat Peran Awardee Pascasarjana dalam Pengembangan Ekosistem Zakat Nasional

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

Tapi skenario itu gagal total. Tidak ada hasrat Aksi Bela Islam yang belakangan lebih populer dengan sebutan Aksi 212 untuk melakukan aksi main hakim sendiri. Aksi 212 tetap fokus melakukan aksi berulang kali dengan tuntutan tegas, tegakkan hukum positif yang berlaku, aparat polisi harus menangkap Ahok dan mempidanakannya. Inilah bukti fakta yang sangat tegas, Aksi 212 gerakan moral, bukan gerakan main hakim sendiri.

Ketika Aksi Bela Islam pada 2 Desember 2016 menghadirkan jumlah massa aksi yang terbesar dalam sejarah Indonesia, bahkan mungkin terbesar di dunia, barulah aparat dan pemerintah berpikir ulang bahwa tuntutan itu tak bisa dibendung lagi. Tak ada pilihan lain selain segera mempidanakan Ahok. Hasilnya kita sudah sama tahu, Ahok terbukti secara sah menista atau melakukan penodaan agama dan karenanya dihukum dengan vonis 2 tahun penjara.

Lalu kenapa Aksi 212 tidak bubar setelah Ahok dipenjarakan? Karena faktanya sepanjang masa persidangan Ahok hingga saat ini, bukannya muncul kesadaran tentang menghentikan penistaan agama, melainkan malah terus menerus muncul berbagai bentuk penistaan yang sebagian besar mendapat pembiaran dari aparat dan pemerintah. Artinya gerakan moral ini menangkap pesan kuat bahwa pemerintah yang berkuasa saat ini memang tidak punya sikap pembelaan atas umat beragama.

Situasi tambah buruk ketika pemerintah malah getol menonjolkan apa yang mereka sebut “Islam nusantara”. Sesuatu yang bertentangan dengan esensi Islam yang ada di seluruh dunia yakni menjaga betul kondisi keasliannya nilai-nilai ajarannya sesuai dengan Quran dan Hadits yang memang faktanya turun di Arab dan menggunakan Bahasa Arab. Upaya mengenalkan “islam nusantara” sangat mirip dengan kejadian deislamisasi Turki oleh Mustafa Kamal Ataturk atau deislamisasi Aceh oleh Christian Snouck Hurgronje. Padahal Islam adalah Islam, tidak ada yang namanya “Islam nusantara”.

Lalu Umat Islam malah disodori fakta tentang orang gila yang menyerbu masjid-masjid di subuh hari. Seolah hendak menunjukkan bahwa bisa jadi Novel Baswedan diserang orang gila, sebagaimana para ustaz diserang orang gila di masjid-masjid. Akal waras umat menolak.

Bagaimana mungkin ada orang gila yang terencana membawa air keras, membawa golok, menyerang hanya masjid atau orang pulang dari masjid dan pada jam-jam tertentu saja. Akal waras kita menyatakan ini kerjaan terstruktur yang dikemas dengan sebutan serangan orang gila. Yang gilanya, berakhir begitu saja seolah memang pantas berhenti begitu saja karena pelakunya orang gila. Orang gila yang konyolnya besok pada Pemilu 2019 justru akan diberikan hak menjadi pemilih. Artinya “ada kegilaan lain” dalam tata kelola hukum dan demokrasi.

Tags: 212MenakutkanPenguasa
Share21Tweet13Send
Previous Post

JK Minta Agar China Tak Lagi Banyak Membawa Tenaga Kerja

Next Post

Angin Tak Bisa Dihambat, Air Tak Bisa Dibendung

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

13 June 2026
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

15 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Pandemi Covid-19 Sebabkan Defisit Masa Belajar Siswa

Berani untuk Bebas

11 June 2026
Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

14 June 2026
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

0
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

0
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

0
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

0
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

17 June 2026
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

17 June 2026
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

17 June 2026
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

16 June 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

16 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result