Jakarta, Gontornews — Membaca berita adalah aktivitas yangbaik dan berguna bagi masyarakat. Dengan membaca berita kita dapat memperluas wawasan, menambah pengetahuan, dan melatih daya kritis sambil tetap update dengan perkembangan dan permasalahan yang terjadi di dunia. Menjadi bagian dari masyarakat global juga menuntut kita untuk selalu update dengan informasi, jika tidak mau tertinggal dengan pesatnya perkembangan dunia. Untuk itu membaca berita menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan modern.
Namun banyak orang hari ini enggan membaca berita, terutama anak-anak muda yang notabene adalah bagian dari generasi Y dan Z. Millennials dan generasi Z memiliki kecenderungan yang berbeda dengan pendahulunya, Generasi X, yang biasa mengonsumsi koran dan berbagai media massa dengan informasi yang panjang dan lengkap. Tumbuh dan berkembang dalam era digital membuat millennials dan generasi Z menjadi selektif terhadap informasi yang perlu dikonsumsi. Mereka jengah dengan menumpuknya informasi yang tidak berkualitas dalam dunia maya. Sementara yang lainnya sibuk dengan aktivitas harian hingga tidak punya waktu untuk membaca berita yang panjang dan bertele-tele.
Menyadari perlunya perlakuan khusus untuk meningkatkan minat membaca berita anak muda, sebuah startup asal Jakarta yang bernama Shortir membuat aplikasi baca berita yang menghimpun berita-berita berkualitas dari berbagai sumber tepercaya dan merangkumnya ke dalam 60 kata. Shortir diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat mengingat 95 persen berita di Indonesia hari ini diakses melalui smartphone.
Awal Mula
Shortir diinisiasi pada bulan Agustus 2016 oleh Adnan Satyanugraha P (22), seorang mahasiswa Universitas Indonesia yang mengambil jurusan kriminologi dengan peminatan jurnalistik. Sebagai mahasiswa kriminologi jurnalistik, Adnan sangat akrab dengan berita setiap harinya, kebiasaan itu membuatnya paham betapa pentingnya untuk terus update dengan segala perkembangan informasi yang ada di sekitar. Keresahan muncul ketika Adnan menemukan banyak temannya sesama millennials yang tidak tertarik membaca berita karena berbagai alasan. Hal inilah yang akhirnya memicu Adnan untuk membuat Shortir.
Bersama ketiga temannya yang juga memiliki keresahan dan visi yang sama; Gibral Muhammad (COO), Aries Gumilang (CMO), dan Bayu Febianto (CBDO) memutuskan untuk membuat sebuah aplikasi baca berita yang didesain khusus bagi millennials dan generasi Z. Mereka berempat menyadari kebutuhan anak-anak muda hari ini akan informasi yang berkualitas, singkat, dan faktual. Itulah mengapa Shortir didesain sebagai news aggregator yang merangkum berita dalam 60 kata.
Cara Kerja
Shortir memberikan pengalaman baru dalam menikmati berita dengan cara yang sangat mudah. Sebagai pengguna, kita hanya perlu membuka situs atau aplikasi Shortir untuk menikmati sajian berita dalam 60 kata yang dirangkum dari sumber-sumber tepercaya. Dengan konsep endless scroll pada aplikasi smartphone, cukup dengan satu sentuhan kita dapat mengakses banyak informasi menarik dalam waktu yang singkat. Pengguna juga dapat memilih topik berita pilihan pada tombol kategori, topik-topik pilihan yang disajikan antara lain: Tajuk Utama, Hype, Olahraga, Hiburan, Teknologi, Kuliner dan Travel. Tidak lupa fitur arsip untuk menyimpan berita-berita favorit juga tersedia di dalam aplikasi Shortir. Jika kita ingin melihat versi lengkap dari berita, kita hanya perlu menekan tombol “baca lebih lanjut” yang ada pada layar. Ada juga fitur night mode dan share yang melayani kebutuhan para pembaca millennials dan generasi Z untuk berbagi dan menikmati berita setiap waktu.
Pendanaan
Menjadi aplikasi baca berita yang mampu mendorong minat membaca berita anak muda tentu bukan hal yang mudah, apalagi jika tidak ditopang dengan pendanaan yang memadai. Beruntung Shortir telah bekerjasama dengan sebuah perusahaan family office investment bernama RnB Fund yang mendukung penuh visi tersebut dengan jumlah investasi yang tidak disebutkan.
Dengan dukungan penuh dari RnB Fund, Adnan dan tim yakin dan optimis jika Shortir dapat menjadi solusi yang efektif dan berdampak baik kepada para penggunanya, khususnya para millennials dan generasi Z. Mereka berempat percaya jika beberapa waktu ke depan Shortir akan menjadi aplikasi baca berita yang wajib ada di setiap smartphone anak-anak muda Indonesia. [Yuzaq Ardian/Al Hafidh]




















