Kuala Lumpur, Gontornews — Wakil Perdana Menteri Malaysia, Wan Azizah Wan Ismail, mengatakan pemerintah kehilangan penerimaan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 47 miliar ringgit Malaysia atau 164 triliun rupiah akibat korupsi.
Wan Azizah menganalogikan tidak segan menyebut bahwa perilaku korupsi tidak saja menghinggapi para petinggi pemerintah saja tetapi juga sudah merambah ke masyarakat bawah.
“Bayangkan, apa yang bisa kita lakukan dengan 47 miliar ringgit Malaysia? Jumlah ini lebih besar dari belanja di sektor pendidikan serta hampir 2 kali lipat jumlah yang pemerintah belanjakan untuk perawatan kesehatan sepanjang tahun 2017,” ungkap Wan Azizah Wan Ismail sebagaimana dilansir The New Strait Times dari Bernama.
“Bayangkan, apa yang bisa kita lakukan jika kita memiliki akses ke dana ini, jika mereka menghabiskan jumlah tersebut untuk perbaikan jalan berlubang, mengurangi kemacetan, meningkatkan akses pendidikan, perbaikan rumah sakit hingga pemberian bewasiswa bagi mereka yang layak menerima?”
“Bayangkan juga bagaimana jika orang paling rentan di sekitar kita seperti wanita, anak-anak dan orang miskin tidak bergantung pada suap serta mengetahui pihak berwenang agar mendapatkan akses layanan masyarakat yang mereka butuhkan?” sambungya dalam pidato di United Againts Corruption: Anchoring Anti-Corruption dalam Good Governance Forum, Senin (17/12).
Lebih lanjut, Dr Wan Azizah juga memaparkan jika upaya melawan korupsi tidak bisa dilakukan hanya dalam sehari semalam melainkan membutuhkan proses panjang. Wan Azizah pun berharap setiap elemen masyarakat bersama pemerintah agar mengatasi ‘wabah’ korupsi di berbagai institusi.
“Saya yakin bahwa koalisi baru ini akan bekerjasama untuk menerapkan reformasi institusional jangka panjang untuk melindungi kepentingan rakyat,” pungkas Wan Azizah. [Mohamad Deny Irawan]


















