Kuala Lumpur, Gontornews — Menteri Keuangan Malaysia, Lem Guan Eng, menyebut Pemerintah Malaysia tengah berusaha mencari dana reparasi sebesar 7,5 Miliar Dollar Amerika Serikat atau sekitar 109 Triliun Rupiah dari lembaga investasi Goldman Sachs Group.
Sebagiamana diketahui, Goldman Sachs terlibat dalam kasus skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang merugikan Malaysia sekitar 4,5 Miliar Dollar Amerika Serikat atau 65 Triliun Rupiah.
Pekan ini, Jaksa Pemerintah Malaysia untuk skandal 1MDB mengajukan tuntuntan kepada Goldman Sachs sehubungan dengan perannya sebagai penjamin dan pendana dari tiga penjualan obligasi sebesar 6,5 Dollar Amerika Serikat untuk skandal 1MDB.
Meski demikian, Goldman Sachs membantah tuduhan tersebut dan berdalih bahwa sejumlah pejabat pemerintahan Malysia dan 1MDB berbohong kepada bank tentang hasil penjualan obligasi tersebut.
Selain meminta total obligasi, Goldman Sachs juga diharuskan mengembalikan uang sebesar 1 Mililar Dollar AS untuk menutupi biaya yang dibayarkan kepada bank serta obligasi yang lebih tinggi di tingkat pasar sebesar 600 Juta Dollar AS. Dari tiga obgliasi tersebut, Malaysia terbebani bunga pinjaman yang berkisar dari 4,4 – 5,9 persen pertahun.
Dalam keterangan singkatnya, Goldman Sachs, menyebut bahwa Malaysia hanya mencari keuntungan semata sementara pencurian dana pinjaman dilakukan oleh pejabat Malaysia itu sendiri.
“Penawaran obligasi 1MDB dimaksudkan untuk mengumpulkan uang (dengan maksud) menguntungkan bagi Malaysia. Akan tetapi, sebagian besar dana pinjaman tersebut telah dicuri untuk kepentingan sejumlah pejabat Malaysia dan rekan-rekan mereka,” ungkap keterangan Goldman Sachs kepada Financial Times yang dilansir New Strait Times.
Sementara itu, Pemerintah Malaysia juga tengah memburu dua mantan pegawai di Goldman Sachs, Tim Leissner dan Roger Ng yang diduga terlibat dalam penyelewengan dana 1MDB sebesar 2,7 Miliar Dollar AS. [Mohamad Deny Irawan]





















