Coxβs Bazar, Gontornews — Komisi Pemilihan Umum Bangladesh menginstruksikan kepada seluruh penjaga di kamp pengungsian etnis Rohingya selama pemilu di Bangladesh berlangsung pda 30 Desember 2018 mendatang. Instruksi ini diberikan setelah pemerintah Bangladesh mendapatkan informasi tentang dugaan kecurangan pemilihan yang melibatkan pengungsi Rohingya.
Sebagaimana intruksi dari komisi Eropa, Pemerintah Bangladesh menginstruksikan kepada seluruh penjaga kamp pengungsian untuk melarang para pengungsi Rohingya keluar dari kamp pengungsian pada 29 Desember 2018 pukul 19.00 hingga 31 Desember 2019 pukul 08.00 waktu setempat. Sebaliknya, Pemerintah juga melarang perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (Non-Governmental Organizations/NGO) dan lembaga kemanusiaan lainnya untuk masuk ke kamp pengungsian.
Dalam keterangannya, Sekretaris KPU Bangladesh, Helal Uddin Ahmed mengatakan bahwa pengungsi Rohingya rentan terlibat dalam aksi kerusuhan serta melakukan kegiatan ilegal selama hari pemilihan berlangsung.
βRohingya dapat digunakan sebagai pembuat kerusuhan serta melakukan kegiatan terlarang selama hari pemilihan umum. Beberapa calon sangat mungkin mempekerjakan mereka untuk memberikan hak suara ilegal serta menggunakan mereka sebagai pelayan bagi kepentingan pribadi mereka,β ungkap Helal Uddin Ahmed dalam pernyataan resminya di Chittagong International Convention Center, Jumβat (21/12).
βInilah sebabnya mengapa komisi telah menginstruksikan kepada pemerintah daerah dan lembaga penegak hukum untuk menutup seluruh kamp pengungsian Rohingya pada 30 Desember 2018 mendatang,β tambah Helal Uddin sebagaimana dilansir Dhaka Tribune.
Beberapa sumber mengatakan jika sejumlah delegasi asing dilarang mengunjungi kamp pengungsian Rohingya sebelum pemilihan umum dilaksanakan. inisiatif ini diberikan menyusul sibuknya sejumlah aparat keamanan untuk tugas pengamanan pemilu sehingga mereka khawatir bahwa pihak keamanan tidak dapat memberikan keamanan ekstra.
Sejumlah pemimpin Pengungsi Rohingya di Kutupalong dan Coxβs Bazar menyatakan kesiapannya untuk menjaga keamanan Bangladesh selama pelaksanaan pemilu berlangsung. Pemimpin pengungsi Rohingya di kamp Kutupalong, Mjhi Dil Mohammad misalnya mengatakan bahwa mereka siap menjaga kondisi pengungsi Rohingya selama pemilu di Bangladesh berlangsung.
βKami sangat berterima kasih kepada Bangaldesh karena mereka telah memberi kami tempat berteduh. Ini adalah hal besar bagi kami. Lalu mengapa kita akan digunakan dalam pemilihan umum di Bangladesh? Apa yang kami dapat dari ini?β kata Majhi kepada Dhaka Tribune.
Senada dengan Majhi Dil Mohammad, pemimpin pengungsi Rohingya di kamp pengungsian Balukhali, Ayub Majhi dan Lalu Masili juga mengatakan kesediaannya dalam menjaga pengungi Rohingya agar tidak terlibat dalam pemilihan umum di Bangladesh.
βKami sudah mulai menciptakan kesadaran di antara anggota komunitas bahwa kami tidak akan meninggalkan kamp pada hari pemilihan. Ini bukan negara kami, kami harus memastikan bahwa kami tidak terlibat dalam proses pemilihan di Bangladesh,β tuturnya.
Pun dengan pihak keamanan Bangladesh juga menyatakan kesiapannya untuk menjaga keamanan di kamp pengungsian di kamp pengungsian Rohingya.
βSesuai dengan arahan dari KPU, kami waspada untuk menjaga perdamaian dan ketertiban terjadi selama pemilu berlangsung. Penambahan anggota dari sejumlah lembaga penegakan hukum telah dikerahkan sebelum pemilihan umum berlangsung,β pungkas inspektur kepolisian di Coxβs Bazar, ABM Masud Hossain. [Mohamad Deny Irawan]





















