Paris, Gontornews — Amerika Serikat (AS) dan Israel gerah ketika UNESCO menetapkan status konservasi atas Kota Tua Jerusalem.
Pemungutan suara yang dilakukan UNESCO menyepakati untuk mempertahankan situs Jerusalem di daftar warisan dunia yang terancam punah. Pemungutan suara turut mengkritik Israel, karena terus membuat larangan akses situs suci di Jerusalem. Demikian dilansir Saudi Gazette, Kamis (27/10).
Keputusan memicu kecaman dari Israel dan AS, yang malah menuduh UNESCO telah memutuskan secara sepihak. Namun, resolusi ini sudah disahkan Komite Warisan Dunia yang beranggotakan 21 negara, dengan 10 suara setuju, delapan abstain, satu tidak hadir dan dua menolak, Israel dan Amerika.
“Item ini seharusnya dikalahkan, ini dipolitisasi dan resolusi sepihak merusak kredibilitas UNESCO,” kata Duta Besar AS untuk UNESCO, Kristal Nix Hines.
Israel sudah menangguhkan hubungan dengan UNESCO awal bulan ini atas resolusi yang sama. Sementara, Duta Besar Palestina untuk UNESCO, Elias Sanbar, mengecam balik Israel dan AS.
“Apa yang Israel inginkan, pada kenyataannya, adalah untuk menempatkan politik ke agama, ini yang paling berbahaya bisa terjadi di UNESCO saat ini,” ujar Sanbar.
Situs Jerusalem sebenarnya sudah ada di daftar Warisan Dunia UNESCO yang terancam punah sejak 1982, yang memang menyoroti situs-situs bersejarah dunia. Resolusi merupakan sejumlah langkah yang dipertahankan UNESCO selama puluhan tahun. [Fathurroji]























