Omdurman, Gontornews — Tiga pengunjuk rasa tewas dalam demonstrasi anti-pemerintah di Omdurman, Sudan.
Kantor berita resmi Sudan, SUNA, hari Rabu mengatakan demonstrasi dan pertemuan ilegal terjadi di kota kembaran Khartoum, Omdurman. Mereka dibubarkan dengan gas air mata.
Juru bicara kepolisian Hashim Abdelrahim membenarkan bahwa tiga pengunjuk rasa telah tewas dan beberapa lainnya cedera dalam demonstrasi anti-pemerintah.
“Kami sedang menyelidiki,” katanya, tanpa menyebutkan secara spesifik bagaimana para pengunjuk rasa meninggal.
Demonstrasi hari Rabu melengkapi aksi-aksi protes jalanan yang marah atas keputusan pemerintah yang melipattigakan harga roti pada saat negara itu menghadapi kekurangan akut mata uang asing dan tingkat inflasi yang tinggi sebesar 70 persen.
Pihak berwenang mengatakan setidaknya 22 orang, termasuk dua personil keamanan, telah tewas sejak 19 Desember selama demonstrasi. Namun menurut Human Rights Watch, jumlah korban tewas telah mencapai 40 orang.
Pada hari Rabu, sekitar 300 pengunjuk rasa, meneriakkan “kebebasan, perdamaian dan keadilan”, memblokir jalan utama di Omdurman. Polisi anti huru hara membubarkan mereka dengan gas air mata.
Para pemrotes menuntut mundur Presiden Bashir, jenderal berusia 74 tahun yang menjadi politisi, yang telah memerintah negara Afrika Utara itu sejak 1989.
Lebih dari 800 orang telah ditangkap sejak kerusuhan meletus.
Secara terpisah, para pendukung Bashir juga menggelar unjuk rasa di Khartoum pada hari Rabu.[Rusdiono Mukri]
























