Istanbul, Gontornews — Pengawas hak asasi manusia Amnesty International mengulangi seruannya untuk penyelidikan internasional atas pembunuhan jurnalis Saudi dan kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi.
Pemantau hak asasi menyatakan seruannya di luar konsulat Saudi di Istanbul pada hari Selasa, menandai hari ke-100 sejak Khashoggi terbunuh di sana.
“Penting bagi otoritas Turki untuk mendorong penyelidikan PBB yang independen. Masyarakat internasional perlu berkomitmen untuk ini sehingga keadilan ditegakkan,” kata Andrew Gardner dari Amnesty seperti dikuti Aljazeera.
Aktivis mengangkat tanda jalan simbolis bertuliskan nama Khashoggi, jurnalis dan kritikus program reformasi pemerintah Saudi di bawah pengawasan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).
“Pembunuhan Khashoggi, yang terjadi di depan mata seluruh dunia, harus menjadi subjek penyelidikan internasional,” kata Goksu Ozahishali, manajer Amnesty International di Turki, kepada wartawan.
“Dengan kegiatan simbolis ini, kami menegaskan kembali tuntutan keadilan untuk Khashoggi,” tambahnya.
Beberapa pertanyaan masih belum terjawab termasuk keberadaan Khashoggi setelah pembunuhan pada 2 Oktober 2018. [Rusdiono Mukri]






















