Satun, Gontornews — Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor fakultas Ushuluddin berkenan untuk melaksanakan Studi Praktek Lapangan (SPL) ke Majelis Ulama di Satun, Provinsi Thailand Selatan. Dalam kunjungannya tersebut, mereka menemukan bahwa Islam berperan penting dalam menyatukan umat islam di Thailand Selatan.
Sebagaimana diketahui, jumlah penduduk di Satun berjumlah 300.000 jiwa dengan keragaman pemeluk agama dengan Islam, dengan 80 persen pemeluknya, menjadi mayoritas di wilayah tersebut. Sedangkan 20 Persen penduduk lainnya merupakan penganut Budha dan Taoism.
Salah satu hal menarik yang mereka temukan dalam SPL di Satun, Thailand Selatan adalah keberadaan Jam’iyyatul ‘Aimmah (JA) yang dibentuk oleh Majelis Ulama Satun. Untuk mengintensifkan dakwah, Majelis Ulama Satun membagi wilayah dakwah JA menjadi 16 wilayah.
“JA berperan penting dalam penyebaran agama Islam di setiap kawasan. Bahkan, mereka juga mengadakan perkumpulan bulanan dan membantu warga yang ingin masuk Islam atau melaksanakan musyawarah antar para pemimpin wilayah sembari melaporkan kondisi keberagamaan di masing-masing wilayah,” ungkap salah seorang peserta SPL UNIDA Gontor, Farhan Afif Al-Kindi, kepada Gontornews.
Tidak hanya itu, JA juga berperan sebagai perantara penyelesai konflik yang kerap terjadi di daerah Pattani dan Yala di Thailand Selatan. Jika konflik terjadi, Ketua Komisi JA, Nuruddin Abdul Jabbar, maka pertemuan antara kelompok yang bertikai akan dihelat untuk memberikan pemahaman kepada masing-masing pihak.
“Majalis Ulama Satun sudah berusaha semaksimal mungkin agar kesalahpahaman antara pemeluk agama di Satun tidak terjadi kembali,” jelas Farhan, sapaan akrabnya.
“Adanya majelis ulama di Satun untuk menyatukan umat Islam yang berbeda paham khususnya dalam masalah akidah karena kesalah pahaman itu yang melumpuhkan umat Islam,β tutup Farhan menirukan pernyataan penutup Nuruddin Abdul Jabbar di akhir pertemuan. [Mohamad Deny Irawan]






















