Rakhine, Gontornews — Pasukan penjaga keamanan di Rakhine berhasil menemukan tiga jenazah etnis yang hilang minggu lalu di dekat kota Maungdaw, Rakhine, Senin (18/2). Temuan tiga jenazah ini muncul di saat isu kekerasan komunal di Rakhine mulai berada dalam titik yang mengkawatirkan.
Kepala Daerah Maungdaw, U Ye Htoo, mengonfirmasi penemuan tiga mayat etnis Chakma di sebuah daerah terpencil dekat desa Taung Pyo Let Wae di Maungdaw. Ketiga mayat tersebut ditemukan dalam kondisi terkubur dengan kondisi leher yang telah tergorok.
U Ye Htoo mencurigai kelompok etnis bersenjata Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) sebagai pelaku pembunuhan tiga warga etnis Chakma tersebut.
“Pembunuhan ini mirip dengan metode yang digunakan oleh Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA). Tetapi pasukan keamanan masih terus berusaha menemukan penyebap dan motif di balik serangan tersebut,” kata U Ye Htoo sebagaimana dilansir The Myanmar Times.
Menurut warga sekitar, tiga korban tewas tersebut tengah pergi mencari makan di sebuah lembah pada hari Jum’at (16/2) tapi belum kembali hingga jenazahnya diketemukan. Ketiganya korban dikonfirmasi berasal dari desa Thinbaw Hla, sebuah daerah miskin yang berdekatan dengan perbatasan Bangladesh.
Pejabat desa Thinbaw Hla berujar bahwa warga di wilayahnya hidup dalam kondisi miskin sehingga mengharuskan mereka untuk pergi ke sebuah lembah untuk mencari makan.
“Sebagian besar orang di desa khawatir dibunuh karena mereka harus pergi ke lembah untuk mencari makanan setiap hari,” pungkas pejabat desa Thinbaw Hla, U Sein Tun. [Mohamad Deny Irawan]

















