Oleh Zulfafa Abidah
Mahasiswi Fakultas Gizi Universitas Darussalam Gontor
Maju mundurnya suatu peradaban tergantung bagaimana para remaja memperlakukan ilmu pengetahuan. Jika mereka tidak memperlakukan ilmu pengetahuan dengan baik dan benar maka keruntuhan sebuah peradaban sangat mungkin terjadi. Masa remaja adalah masa dimana seorang manusia memiliki semangat juang yang besar meski belum memiliki ketetapan berfikir yang kokoh.
Andai seorang remaja terpengaruh oleh sebuah pemikiran buruk dan lantas menanggapinya sebagai sebuah kebenaran, maka pemikiran tersebut akan tercermin dalam tindakan buruk yang ia pahaminya secara terbalik itu.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia, telah merilis data yang mengejutkan. Dalam rentang tahun 2011-2016 KPAI menemukan jika korban pengguna Narkotika dari kalangan anak-anak meningkat dari 34 kasus menjadi 88 kasus. Angka ini tentu saja sangat memperhatikan mengingat indonesia tengah menghadapai degradasi moral yang telah melanda sejumlah remajanya. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai kehidupan yang positif perlu terus ditanamkan kepada para remaja agar potensi mereka tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.
Pun demikian dengan arti penting pemahaman dan pengajaran nilai-nilai keislaman kepada remaja. Mereka perlu diberikan pemahaman bahwa potensinya sangat bermanfaat bagi masyarakat bahkan untuk membentuk sebuah komunitas masyarakat yang besar. Menurut saya, Masjid menjadi salah satu tempat paling baik untuk membantu mereka menjadi sosok yang terdidik baik saat mereka berfikir ataupun bersikap.
Namun, kegiatan-kegiatan di masjid tidak melulu soal kegiatan yang tidak hanya bersifat ritual keagamaan seperti sholat 5 waktu ataupun persiapan acara peringatan hari besar Islam atau semacamnya tetapi juga menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan, kajian keislaman yang dapat meningkatkan
Rasulullah Saw menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan, tempat beribadah sekaligus menempatkannya sebagai pusat penyampaian perintah Allah swt dan Sunnah rasul kepada para sahabat dan umat. Bahkan, untuk masa-masa selanjutnya, perkembangan masjid sebagai pusat pendidikan meningkat dan semakin maju. Dalam periode kesultanan Saljuk misalnya, perkembangan fungsi masjid sebagai tempat intelektual maupun keilmuan Islam telah menjadi faktor penting munculnya sosok tokoh intelektual besar dalam khazanah keislaman bernama Imam Al-Ghazali.
Pada tahun 2012, sekitar 600.000-800.000 masjid tersebar disejumlah wilayah di Indonesia. Ironisnya, tidak banyak masjid yang mampu mengorganisir remaja dan memberikan akses masjid yang lebih luas kepada mereka.
Pada tahun 2012, diperkirakan jumlah musholla dan masjid di Indonesia sebanyak 600.000 – 800.000 buah. Namun, hanya beberapa masjid saja yang memiliki organisaai yang diatur oleh remaja atau biasa kita sebut dengan remaja masjid.
Salah satu organisasi yang dibuat untuk memberikan akses remaja untuk beraktifitas di masjid adalah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI). Badan yang berdiri pada tahun 1977 bertujuan untuk meningkatkan serta membangkitkan kembali kehidupan beragama Islam pasca orde lama.
Melalui lembaga-lembaga semacam BKPRMI, remaja masjid diharapkan mampu berkontribusi dalam upaya pembentukan karakter masyarakat di sekitar masjid seperti berdakwah menyebarkan Islam ke seluruh Indonesia. Sisi sentral pembentukan karakter remaja Indonesia berperan penting dalam membantu para orang tua dalam mempersiapkan generasi remaja yang berkarakter dan berkepribadian seperti halnya di perkembangan remaja di era Muhammmad Al-Fatih yang ahli ilmu sekaligus ahli ibadah.
Dengan demikan, keberhasilan suatu peradaban terlihat dari dua unsur yaitu bagaimana keilmuan digunakan dan bagaimana karakter dan mental para remaja. Tugas ini bukan tugas seorang remaja melainkan tugas bersama tiga pihak, yakni: orang tua, masyarkat dan remaja itu sendiri.
Di sisi lain, fungsi masjid juga perlu diperluasn dengan tidak hanya menjadikannya sebagai pusat ibadah umat muslim tetapi juga sebagai pembentuk para calon pemimpin dimasa ini. Keberhasilan suatu generasi dapat dinilai dari tingkat ibadah maupun kadar intelektual yang mereka miliki. Organisasi remaja masjid adalah salah satu wadah untuk menyelesaikan masalah-masalah masyarakat yang mampu meningkatkan tingkat pemikiran dan keilmuan para pemuda. Remaja bukan lagi masalah besar yang harus dikhawatirkan melainkan menjadi mundzirul qaum bagi masyarakat sekitarnya. @Denykimb





















