Jakarta, Gontornews — Wakil Presiden Jusuf Kalla mengusulkan agar pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) pada tahun 2024 mendatang dilakukan terpisah.
Pasalnya, penyelenggaraan pilpres dan pileg kali ini membuat beban kerja petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) bertambah berat.
“Tentu harus evaluasi, salah satu hasil evaluasi dipisahkan antara pilpres dengan pileg. Itu supaya bebannya jangan terlalu berat,” terang JK seperti dikutip CNN Indonesia (23/4).
Di tempat terpisah JK berpendapat bahwa pemilu serentak membuat atensi masyarakat pada pileg berkurang. Padahal pileg tak kalah penting dari pilpres karena turut menentukan kualitas pembuatan kebijakan pemerintah selama lima tahun ke depan.
“Saya tadi sore bicara dengan ketua-ketua partai, semuanya mempunyai pandangan sama bahwa proses pemilu kali ini rumit dan sulit. Oleh karena itu harus dievaluasi dan solusi yang sependapat adalah kembali memisahkan pileg dan pilpres,” ujar JK seperti dikutip dari Antara, Rabu (17/4)
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman yang menyebut bahwa penyelenggaraan Pemilu 2019 merupakan yang tersulit di dunia. “Saya begitu pulang dari TPS, ternyata (sadar) betapa sulitnya Pemilu,” ujar Anwar seperti dilansir CNN Indonesia Senin (22/4).
Hal tersebut diakuinya karena terlalu banyak pihak yang harus dipilih dalam pemilu serentak tersebut. “Dari tingkat kesulitan memang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Amerika yang kita tau sebagai mbahnya demokrasi,” sebutnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien]





















