Mazar-i-Sharif, Gontornews — Sebuah bom mobil bunuh diri menerjang konsulat Jerman di Kota Mazar-i-Sharif, Afghanistan utara, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 20 orang lainnya. Demikian sumber polisi mengatakan kepada Al Jazeera.
Pemboman Kamis (10/11) itu diklaim oleh Taliban, yang menyebutnya sebagai “serangan balas dendam” terhadap serangan udara AS di Provinsi Kunduz awal bulan ini yang menewaskan 32 warga sipil.
Menurut polisi setempat, “penyerang bunuh diri menabrakkan mobil bermuatan bahan peledak ke dalam gedung konsulat Jerman.”
Seorang jurubicara militer Jerman mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa tembakan juga terdengar di luar konsulat dan pasukan NATO berada di sana.
Sedangkan jurubicara Taliban mengatakan kepada Al Jazeera bahwa beberapa pejuang dari kelompok bersenjata telah memasuki gedung dan kemudian terjadi bentrokan.
Sementara sumber pemerintah tidak mengonfirmasi jika pertempuran masih berlangsung.
Jerman memiliki 938 tentara yang ditempatkan di Afghanistan, sebagian besar dari mereka berada di Provinsi Balkh, di mana Mazar-i-Sharif berada, sebagai bagian dari misi NATO di negeri itu.
Pekan lalu, pasukan AS mengakui serangan udara di Kunduz “sangat mungkin” mengakibatkan tewasnya warga sipil. Karena itu mereka menjanjikan penyelidikan penuh atas insiden tersebut.
Taliban, yang merebut kekuasaan dan memerintah Afghanistan dari tahun 1996, digulingkan oleh invasi tentara koalisi pimpinan AS pascaserangan 11 September 2001 di New York dan Washington.
Hampir 15 tahun kemudian, sekitar 13.000 tentara koalisi AS-NATO tetap bercokol di negara itu. [Rusdiono Mukri]





















