pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Monday, 21 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Dilema Prabowo dan Jokowi

Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
12 June 2019
in Kolom
0
Menguji Janji Capres

Jokowi menang. Itu versi quick count dan KPU. Legitimasinya? Nunggu ketetapan Mahkamah Konstitusi (MK). Mungkinkah bisa berubah? Mungkin! Apa yang tak bisa berubah dalam politik?

Seandainya Jokowi menang? Masalah belum selesai. Isu kecurangan membuat Jokowi diprediksi sulit mendapatkan legitimasi (pengakuan) dari rakyat. Terutama mereka yang hidup di wilayah dimana Prabowo-Sandi menang di atas 70-80 persen.

Aceh yang ingin referendum, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, NTB, Sulawesi Selatan dimana suara Jokowi di bawah 30 atau 20 persen akan jadi beban sosial dan politik. Belum lagi delapan nyawa melayang saat demo menuntut Jokowi didiskualifikasi. Itu angka resmi dari Rumah Sakit DKI. Angka tak resmi? Simpang siur. Dan lebih dari 700 petugas pemilu meninggal dengan menyisakan banyak pertanyaan.

Siapapun presidennya, tragedi pilpres kali ini secara normal akan menjadi beban sejarah. Itupun jika Jokowi juga menganggap itu bagian dari tragedi. Anggaplah iya, tentu ini tak akan mudah bagi Jokowi jika terpaksa harus menjalankan roda pemerintahan kedepan dengan minus kepercayaan rakyat yang cukup besar jumlahnya. Isu rush money dan mogok pajak harus jadi pekerjaan nasional, kendati belum terbukti.

BACA JUGA

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Dalam situasi “tegang” seperti sekarang, mungkinkah Jokowi akan mengalah, lalu mundur? Mengalah demi rakyat dan bangsa. Mengalah untuk keutuhan NKRI. Mengalah sebagai seorang negarawan sejati yang lebih mementingkan rakyatnya dari pada ambisi pribadi. Sekali lagi, tak ada yang tak mungkin dalam politik. Setiap keputusan memungkinkan untuk diambil, kendati tak populer dan mendapat banyak penolakan dari para pendukung. Segala pertimbangan tentu akan dikalkulasi dengan matang.

Boleh jadi Jokowi siap mengalah dan mundur. Tapi, apakah orang-orang yang berada di sekitar Jokowi siap? Apakah mereka bersedia pensiun dini dan istirahat menikmati masa tuanya? Apakah mereka siap kehilangan pundi-pundi kekayaan yang mengalir dari bisnis politik dan kekuasaan? Terutama bagi parpol pengusung, siap tak dapat jatah kabinet? Ini yang jadi dilema bagi Jokowi. Maju salah, mundur kena. Ini analisis normatif, berkaitan dengan psikologi manusia normal.

Tak hanya Jokowi, dilema juga dialami Prabowo. “Point of no return”. Tak ada pilihan mundur. Itulah kalimat yang berulangkali keluar dari lidah mantan komandan kopassus ini. Benarkah? Atau Prabowo akan menelan ludah kembali?

Sejumlah pendukung mati di laga demonstrasi. Sejumlah elit di lingkaran Prabowo jadi tersangka. Sebagian yang lain sudah ditangkap. Maju terus, tak ada jaminan kalau tak ada lagi jatuh korban. Soal ini, Prabowo dikenal sensitif. Tak bisa melihat rakyat dikorbankan. Ini kelebihan Paslon nomor 02 dalam konteks moral. Tapi, secara politik, ada yang menganggap itu kelemahan. Gak punya ketegaran dan daya tahan. Mudah dipengaruhi, bahkan dipermainkan perasaannya oleh lawan. Terlalu baper dan tak rasional. Mundur? Pasti akan dibilang pengecut. Orang berkomentar: Cemen! Ini tentu dilematis bagi Prabowo.

Sementara, partai pendukung Prabowo mulai ada yang tak tahan godaan. Demokrat balik kanan. Kalau cuma Demokrat, tak masalah. Rakyat juga tahu CV Demokrat. Gak kaget. 2014 abstain. 2019 banyak manuver. Ada yang bilang: partai pengganggu. Ngrecokin saja kerjanya. Tak punya komitmen babar blas. (Sama sekali)

Sementara PAN? Masih tengak-tengok dan lihat kanan-kiri. Dulu, 2014, PAN juga begitu. Habis pilpres, nyebrang ke kubu lawan. Apakah akan diulang di 2019? Beda Amien Rais, beda Zulkifli Hasan (ketua umum PAN). Tarik menarik dua matahari ini terus terjadi di PAN.

Bagaimana dengan PKS? Partai kader ini cenderung setia. Satu-satunya partai yang menemani Gerindra sebagai oposisi. Lima tahun, tak mudah. Susah dan berjuang bersama. PKS teruji kesabaran, kesetiaan dan komitmennya.

Bagaimana kalau jatah Wagub DKI tak jadi diberikan kepada PKS? Bisa jadi ancaman. Pecah kongsi? Koalisi bubar? Sangat mungkin. Cukup! Sabar ada batasnya bro! Kira-kira begitu kata PKS. Cawapres gak dikasih, Wagub mau diambil juga. Stop!

Di internal partai Gerindra, apakah mereka solid? Belum tentu juga. Kabarnya, ada pihak-pihak tertentu yang coba mendorong rekonsiliasi. Beberapa orang dianggap dekat dan intens berkomunikasi dengan lingkaran istana. Bagi mereka, lebih menguntungkan jika berkoalisi dengan Jokowi. Artinya mengalah? Ya, dengan syarat. Nego dan tawarannya pasti aduhai. Modal pilpres bisa kembali, di kabinet ada jatah. Mosok begitu? Namanya juga politik bung.

Kabarnya, ada “oknum” yang bekerja untuk melakukan kompromi-kompromi. Deal-deal politik? Kira-kira begitu. Apakah himbauan Prabowo dan Sandi agar para pendukung tidak berbondong-bondong hadir ke MK adalah tanda sudah ada deal politik? Terperangkap oleh oknum yang sedang melakukan terjadinya kompromi? Atau hanya semata-mata karena Prabowo dan Sandi tak ingin ada korban lagi? Atau karena Prabowo sangat confidence bahwa MK akan memenangkan gugatannya? Pertanyaan-pertanyaan ini sedang dicari jawabannya oleh publik.

Terdengar kabar tak sedap bahwa ada “oknum” yang mencoba mengganggu kinerja tim hukum yang dipimpin Bambang Widjojanto (BW). Tim yang dikomandoi mantan pimpinan KPK ini sedang berjuang keras di jalur konstitusional melalui MK. Namanya juga kabar. Siapa oknum itu? Cari aja sendiri!

Hingga saat ini, BW dengan timnya tetap optimis. Gugatan 37 halaman lengkap dengan lampiran 146 halaman siap bertarung di MK. Para ulama dan pendukung Prabowo konsisten mengikhtiarkan kemenangan sampai batas kemampuan terakhir. Tak akan mundur! Prabowo harus jadi presiden, kata mereka.

Bagaimana dengan Prabowo sendiri? Mirip dengan Jokowi. Berada di dalam dilema. Apakah Prabowo masih tetap Istiqomah dengan perjuangannya? Satu baris dengan para ulama dan pendukungnya? Atau malah justru menyerah? Sejarah yang akan mencatat.

Apapun keputusan yang akan Prabowo dan Jokowi ambil, rakyat berharap sikap kenegarawanan yang harus dikedepankan. Perlu dipastikan bahwa bangsa ini masih punya masa depan. Dan sikap kedua capres ini yaitu Prabowo dan Jokowi akan mempengaruhi tidak saja nasib demokrasi Indonesia, tapi juga nasib bangsa ini ke depan.

Tags: DilemaJokowiPrabowo
Share29Tweet11Send
Previous Post

Terimakasih IPB, Kampus Radikal?

Next Post

PKS Usul Pansus Kerusuhan 22 Mei, PDIP dan Golkar Menolak

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

23 October 2020
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
â–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result