Osaka, Gontornews — Presiden AS Donald Trump pada 29 Juni memberikan pesan yang kuat tentang beragam masalah global dalam pidato penutupan KTT G20 di Osaka, Jepang.
Dalam sesi tanya jawab menanggapi pertanyaan tentang ketegangan S400-F35 antara AS dan Turki, Trump mengatakan ia menempatkan Amerika sebagai yang pertama dalam semua hal. Tapi tidak bisa menutup mata terhadap perlakuan tidak adil Turki oleh mantan pemerintah AS, merujuk kebijakan Barack Obama atas permintaan Turki untuk membeli sistem pertahanan AS.
Terlepas dari aliansi strategis mereka yang sudah berlangsung lama sebagai anggota NATO, sejak 2017 Turki dan AS berselisih atas keputusan Turki untuk membeli S-400, sistem pertahanan rudal buatan Rusia, dan ancaman AS untuk memutuskan kontrak penjualan jet F-35 kepada Turki.
Meskipun ada seruan dari AS agar Turki membatalkan kesepakatannya dengan Rusia, para pejabat Turki menggambarkan transaksi mereka dengan Rusia sebagai “kesepakatan yang dilakukan.”
“Pemerintahan Obama mengatakan tidak kepada Turki ketika mereka ingin membeli Patriot, dan Turki akhirnya membeli S400,” kata Trump.
Ia menyebut keengganan dan kegagalan pemerintahan Obama untuk menjual Patriot ke Turki sebagai ‘kekacauan’.
Menyalahkan pemerintah Obama atas ketegangan S400-F35 yang sedang berlangsung antara kedua negara, Trump mengatakan itu bukan kesalahan Turki atau Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.
“Erdogan adalah orang yang tangguh tetapi saya cocok dengannya,” kata Trump seraya berterima kasih kepada presiden Turki karena membebaskan Pendeta Amerika Andrew Brunson yang ditahan di penjara Turki atas dugaan keterlibatannya dalam kudeta 2016 melawan pemerintah Turki.
Dia dibebaskan pada Oktober, sebuah langkah yang dipuji oleh pemerintah AS.
Setelah pertemuan kedua pemimpin di Osaka, sebuah pernyataan dari Gedung Putih mengatakan Trump menyuarakan keprihatinan atas “potensi pembelian” Turki atas S-400 Rusia selama pertemuan AS-Turki di sela-sela KTT G20 di Jepang.
“Presiden [Donald Trump] menyatakan keprihatinan tentang potensi pembelian Turki atas sistem pertahanan rudal S-400 Rusia, dan mendorong Turki untuk bekerjasama dengan Amerika Serikat dalam kerjasama pertahanan dengan cara memperkuat aliansi NATO,” kata Gedung Putih.
“Turki adalah anggota NATO dan tidak diperlakukan dengan adil,” kata Trump sembari merujuk pada keengganan pemerintahan Obama untuk menjual Patriot ke Turki pada 2013. [RM]






















