Benghazi, Gontornews – Sebanyak empat orang tewas setelah dua mobil meledak di dekat pemakaman di Kota Benghazi, Libya Timur. Ledakan juga melukai sebanyak 33 orang baik dari tentara maupun warga sipil.
Dikutip laman The Associated Press, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri, Tarek el-Kharraz mengatakan, korban tewas adalah dua warga sipil dan dua tentara. Demikian dengan korban luka, juga terdiri dari warga sipil, tentara dan polisi yang berada di sekitar lokasi ledakan.
Menurut Kharraz, saat ledakan terjadi beberapa tokoh senior Tentara Nasional Libya (LNA), termasuk kepala pasukan khusus, Wanis Bukhamada tengah menghadiri upacara pemakaman. Namun tidak ada pemimpin militer dari pasukan itu yang terbunuh atau terluka.
Ia juga mengatakan, Pemerintah yang berbasis di timur itu baru-baru ini telah menangkap sekelompok kolaborator di Kota Benghazi yang diduga memiliki hubungan dengan milisi yang berbasis di Tripoli. Saat dilakukan interogasi, mereka mengakui masih ada kolaborator lain di dalam markas LNA.
Sementara itu, seorang insinyur militer, Kolonel Khalifa Alobiedi yang berada di lokasi kejadian mengatakan temuan awal telah menunjukkan jika ledakan itu disebabkan oleh dua mobil bermuatan bom. Ia menunjuk ke dua kendaraan yang terbakar berjarak sekitar 10 meter.
Sesaat setelah ledakan terjadi, Komandan atau Pemimpin LNA, Khalifah Haftar memerintahkan untuk segera dilakukan penyelidikan atas serangan yang diperkirakan bom mobil tersebut.
Mahmoud Abdelwahed dari Al Jazeera, melaporkan dari ibukota, Tripoli, mengutip dari sumber-sumber medis di Benghazi bahwa jumlah korban tewas diperkirakan akan terus meningkat, melihat banyak dari korban terluka dalam kondisi kritis.[Devi Lusianawati]


















