Makkah, Gontornews — Kementerian Agama melalui Kepala Kerja Daerah Makkah, Subhan Cholid, mengatakan bahwa waktu terbaik bagi jama’ah haji Indonesia yang ingin umroh adalah di waktu Dhuha dan setelah shalat Isya. Menurut Subhan, dua waktu tersebut merupakan waktu dimana jama’ah di Masjidil Haram dan bus shalawat agak lenggang.
“Ba’da Isya, sekitar jam 10 malam seperti ini sudah cukup lenggang terminalnya. Sehingga jama’ah bisa berangkat ke Masjidil Haram dan tidak akan bertubrukan dengan jemaah yang baru selesai shalat,” ungkap Subhan Cholid kala meninjau terminal Syib Amir di Makkah.
Lebih lanjut, Subhan juga memberikan saran dan kiat bagaimana cara memantau kepadatan jama’ah di Masjidi Haram. Menurutnya, para jama’ah bisa memantau siaran langsung yang terdapat di kamar setiap hotel untuk memantau kepadatan jama’ah.
“Di tiap hotel ada yang menayangkan siaran langsung Masjidil Haram, silahkan pantau. Kalau terlihat agak lengang, silahkan segera berangkat,” tambahnya sebagaimana dilansir kemenag.go.id.
Sementara itu, anggota tim Pertolongan Pertama pada Jama’ah Haji (P3JH), dr Hendro meminta kepada para jama’ah agar tidak langsung melakukan umroh setibanya di Makkah. Hal ini disampaikan dr Hendro karena banyak jama’ah haji yang baru tiba dari Indonesia lantas melakukan umroh tanpa memperhatikan kondisi lelah dan lain sebagainya.
“Biasanya, karena jama’ah langsung melaksanakan umroh setibanya di makkah. Padahal, seringkali jama’ah masih dalam kondisi lelah usai menempuh perjalan dari Madinah,” kata dr Hendro.
Hendro menganjurkan kepada setiap jama’ah agar mendahulukan istirahat terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menjalankan ibadah umroh setibanya di Makkah terkhusus bagi jama’ah lansia.
“Idealnya, jama’ah lansia butuh waktu setkitar tiga sampai empat jam untuk berelaksasi dahulu sebelum dibawa ke Masjidil Haram,” pungkas dr Hendro. [Mohamad Deny Irawan]




















