Palembang, Gontornews — Musim kemarau yang terjadi sejak beberapa bulan lalu menyebabkan sebagian wilayah di Sumatera Selatan mengalami sulit air. Untuk itu, Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Selatan menargetkan sebanyak 100 ribu liter air bersih untuk mengatasi masalah tersebut.
Branch Manager ACT Sumsel, Ardiansyah menjelaskan, penyaluran air bersih ke wilayah yang membutuhkan merupakan program utama ACT di Juli-Agustus. Saat ini saja, pihaknya telah menyalurkan sebanyak 49.000 liter air bersih di beberapa daerah di Sumatera Selatan.
“Seperti Desa Air Itam Palembang, Jalan Tanjung api-api, Jalur Gasing Laut Banyuasin, Keramasan, Desa Mulyasari, dan Pulokerto,” jelasnya dikutip Antara.
Menurutnya, dampak kemarau telah dirasakan warga Sumsel sejak Juli lalu, sehingga menyebabkan sumber mata air di wilayah tersebut banyak yang mengering. Untuk mengatasinya warga mencari berbagai alternatif.
Pada Rabu (31/7) kemarin saja, ACT Sumsel telah berhasil mendistribusikan sebanyak 7.000 liter air bersih untuk mengatasi kesulitan air di Jalur Gasing Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.
Menurutnya, meskipun Jalur Gasing lokasinya berdekatan dengan sungai, namun sungai tersebut telah tercemar limbah pabrik sehingga airnya tidak bisa lagi digunakan. Demikian juga dengan air sumur warga yang kini kondisinya berkarat.
“Para warga hanya menggunakan air sumur untuk kegiatan MCK dan bukan untuk dikonsumsi,” ujar Ardiansyah.
Ia menjelaskan juga bahwa Air berdsih yang disalurkan tersebut merupakan hasil donasi masyarakat yang tanpa henti mendonasikan dananya ke ACT. Pihaknya sendiri telah memetakan wilayah-wilayah kekeringan untuk pendistribusian air bersih beberapa bulan ke depan.
“ACT terus mengajak para dermawan memberikan kontribusi dalam program distribusi air bersih melalui rekening Bank BNI Syariah (999 000 435) atas nama Yayasan Global Zakat dengan konfirmasi lewat sambungan whatsapp 081369007979,” jelasnya. [Devi Lusianawati]






















