Kuala Lumpur, Gontornews — Seorang senator Malaysia meminta maaf kepada publik setelah mengusulkan undang-undang pelecehan seksual yang melindungi pria dari kemungkinan melakukan kejahatan seksual terhadap wanita. Adalah Mohamad Imran Abdul Hamid yang mengatakan bahwa Malaysia memerlukan undang-undang yang memastikan laki-laki tidak ditindak jika melihat seorang perempuan bersolek tubuh.
“Saya ingin menyatakan kepada Menteri, bisakah kita memberlakukan suatu aturan yaitu aturan tentang pelecehan seksual terhadap laki-laki sebagai akibat perilaku, percakapan dan pakaian wanita yang menyebabkan seorang pria melakukan inses, pemerkosaan, pelecehan seksual, pornografi dan lain sebagainya?” kata Mohammad Imran mengajukan di sidang parlemen Malaysia sebagaimana dilansir akun kiniTV di laman video Youtube.
“Ini adalah masalah penting yang mulia. Kita (kaum pria) juga perlu dilindungi karena riasan wanita, kita tergoda, kita terjebak sehingga kita melanggar hukum dan didakwa,” ujarnya.
“Untuk itu, bapak menteri dapat mempertimbangkan ini agar negara menjadi aman,” papar Imran.
Pernyataan Mohamad Imran di atas lantas membuat Komunitas Hak Asasi Perempuan, Sisters in Islam, meradang seraya mengatakan bahwa pria yang menjadikan wanita sebagai penyebab kejahatan seksual adalah hal yang tidak dapat diterima. Akibatnya, politisi Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu menyatakan maaf kepada publik.
“Laki-laki harus menjaga pikiran, perkataan dan tindakan mereka sendiri serta tidak menganggap remeh kejahatan yang dilakukan laki-laki terhadap perempuan,” kata Direktur Eksekutif Sisters in Islam, Rozana Isa dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters.
Dalam pernyataan minta maafnya, sang senator tidak menduga bahwa respon yang diberikan masyarakat terhadap pernyataanya sangat negatif. Padahal, pernyataannya itu telah menyinggung tidak saja wanita tetapi juga pria.
“Niat saya tulus. Saya tidak menyangka hal itu dilihat sebagai sebuah kesalahan besar karena telah menyinggung banyak wanita dan, tentu saja, tidak sedikit pira yang juga menganggap pernyataan saya sebagai penghinaan,” ungkapnya.
Sementara itu, petinggi PKR, Anwar Ibrahim tidak segan menegur dan meminta Mohamad Imran untuk menarik kata-katanya tersebut. Anwar Ibrahim mengatakan bahwa pernyataan rekannya itu merupakan penghinaan terhadap perempuan.
“Usulan itu memberikan kesan bahwa pria tidak bermoral dan mudah tergoda untuk melakukan sebuah tindakan keji,” tutup politisi senior Malaysia, Anwar Ibrahim. [Mohamad Deny Irawan]


















