Ottawa, Gontornews — Polisi di Ibukota Kanada, Ottawa, sedang menyelidiki pembuat grafiti kebencian di masjid. Ini adalah insiden kelima grafiti rasis dalam seminggu terakhir, demikian anadolu menyebutkan, Jumat (19/11) .
Polisi menerima laporan pada Jumat, setelah ditemukan kata-kata sumpah serapah Allah dan lukisan tak pantas yang dibubuhkan di pintu asosiasi, dan nomor 666 yang menurut warga setempat sebagai simbol setan.
Ada juga grafiti sebuah gereja Kristen dengan pendeta dan nomor 14 dan 88. Jumlah 14 dikaitkan dengan supremasi kulit putih dan 88 adalah kode untuk ” Hitler.” Grafiti kebencian ini juga menargetkan sinagog dan rumah ibadah lainnya.
Seorang juru bicara untuk Asosiasi Muslim Ottawa mengutuk tindakan rasis tersebut.
“Ini kebencian. Ottawa adalah kota yang indah, penuh cinta untuk semua orang,” kata Ahmed Ibrahim.
Sementara itu, Asosiasi Muslim Ottawa juga mengutuk serangan terhadap komunitas Yahudi.
“Asosiasi Muslim Ottawa sangat sedih dengan laporan kejadian vandalisme di sinagog Ottawa, serta vandalisme rumah seorang rabi awal pekan ini,” bunyi pernyataan sikap asosiasi di situsnya.
Global News melaporkan berdasarkan statistik tindakan rasis di Kanada dipicu oleh faktor kejahatan dan kebencian. Sementara faktor agama menempati alasan kedua. Kelompok yang paling ditargetkan adalah kulit hitam, Yahudi, homoseksual dan Muslim.
Unit Kejahatan Polisi Ottawa sedang menyelidiki kemungkinan kejahatan-kejahatan itu terkait, karena ada kesamaan dalam insiden. Di antaranya di Masjid Waterloo, Masjid di Montreal, dan Masjid di Hamilton.
“Sudah terjadi lima kali dalam seminggu,” kata jurubicara polisi Ottawa Constable Marc Soucy. [Ahmad Muhajir/Rus]


















