Jakarta, Gontornews — Majelis Ta’lim Wirausaha (MTW) akan menggelar seminar bertajuk “Menjadi Muslim Visioner”. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai tindak lanjut “Gerakan 411” lalu.
Seminar hasil kerjasama dengan Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) itu digelar hari ini, Ahad (20/11), pukul 08.00 -12.00 WIB, bertempat di Masjid Bank Indonesia, Jalan Budi Kemuliaan No 23, Jakarta Pusat.
Sebagai narasumber, panitia menghadirkan Ustadz Velentino Dinsi MM MBA, Ketua Umum MTW dan JPMI, Owner Wardah Cosmetics Nurhayati Subakat, dan Asisten Vice President CIMB Niaga Syariah Mujoko Yandri.
Kegiatan yang sama sekali tidak memungut biaya alias gratis itu juga akan dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Wardah Cosmetics dan CIMB Niaga Syariah dengan MTW pusat.
Dalam diskusi itu, Nurhayati Subakat akan berbagi pengalaman tentang jatuh bangunnya memulai bisnis kosmetik yang berawal dari garasi rumahnya. Dari seember shampo yang diaduk-aduk kemudian dimasukkan ke dalam botol, lalu dijual dari rumah ke rumah.
Alhasil, kini Wardah Cosmetic menjadi perusahaan kosmetik nomor satu di Indonesia, dan berada di urutan keenam di dunia. Perusahaan ini kini mempekerjakan puluhan ribu anak bangsa dengan omset triliunan rupiah per tahun.
Ketua Umum MTW Velentino Dinsi menambahkan, seminar itu juga merupakan lanjutan dari acara “Membangun Ekonomi Umat Berbasis Masjid” yang telah diadakan di Masjid Istiqlal Jakarta, pada 24 September 2016 lalu, yang salah satu programnya adalah membentuk relawan masjid mandiri yang akan menjadi kader penggerak ekonomi umat.
“Jadi pastikan masjid dan mushala Anda mengirim utusan pada acara tersebut di atas,” ujarnya di kantor MTW Plaza, Jalan Margonda Raya, Depok.
Ustadz Valen, sapaan akrabnya, mengatakan, seminar ini berkaitan dengan aksi damai umat Islam dalam rangka membela kitab suci al-Qur’an dari tindakan pelecehan pada Jumat, 4 November, lalu atau Aksi 411. “Bahwa satu hal yang saya yakin, kita semua sepakat al-Qur’an satukan kita!” ucapnya.
Ia mengingatkan, inilah momentum kebangkitan Islam Indonesia. Saatnya memperbaiki, merencanakan, serta mengambil kembali sisi yang hilang dari umat ini, yakni ekonomi, politik, sosial, budaya, dan hal lainnya yang mempengaruhi hajat hidup umat, hajat hidup bangsa.
“Karena al-Qur’an satukan kita, dan inilah momentum dan titik baliknya. Demi Allah, saya sangat yakin, Insya Allah Indonesia akan menjadi saudara kembar Turki yang akan memimpin kebangkitan Islam di dunia,” pungkasnya. [Fathurroji/Rus]


















