Ponorogo, Gontornews — Prof Martin van Bruissen, Guru Besar dalam bidang Studi Kurdi di Universitas Utrecht Belanda, berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Ia ditemani oleh Rektor Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) Prof Dr Amal Fathullah Zarkasyi MA dan Wakil Rektor I Al-Ustadz Dr Hamid Fahmy Zarkasyi MA MPhil. Jumat (24/8), mereka tiba di kampus Gontor pukul 13.30 WIB dan langsung disambut oleh Pimpinan PMDG KH Hasan Abdullah Sahal, kemudian mengadakan pertemuan di kantor Pimpinan.

Martin menjelaskan bahwa kehadirannya ke PMDG bertujuan untuk bertukar pendapat tentang pendidikan pesantren dan kepondokan bersama Kiai Hasan. Perbincangan berjalan lancar karena antropolog dari Belanda ini mampu menguasai bahasa Indonesia dengan baik, hingga akhirnya semua penjelasan mampu disampaikan secara sistematis, baik dari Kiai Hasan maupun Prof Martin.
Dalam perbincangan ini, Martin menyampaikan sejumlah pertanyaan kepada pihak PMDG, di antaranya pola pendidikan, kurikulum, kegiatan santri, serta kiprah para alumni Gontor di Indonesia. Kiai Hasan menjawab semua pertanyaan dengan lancar. Di samping itu, Kiai Hasan juga menyampaikan pengalamannya ketika berada di Belanda, obrolan menjadi lebih menarik, hingga suasana pertemuan menjadi cair dan penuh canda tawa.
Selain itu Martin juga mengadakan kuliah umum di UNIDA Gontor dengan tema: “Islam, Nationalism, Transnationalism: Controversies Around Islam Nusantara and NKRI Bersyariah”. Guru besar dalam kajian tentang Kurdi yang juga fasih berbahasa Turki ini juga mengucapkan terima kasih kepada Prof. Amal dan Dr Hamid yang telah menyambutnya dengan baik.
Martin senang dapat berkunjung ke Gontor dan UNIDA. Sebelumnya dia telah banyak membaca tentang Gontor dan bertemu dengan alumninya. Dia menulis: “Setelah sudah banyak mendengar dan membaca tentang Gontor, dan berkenalan dengan banyak alumni Gontor. Akhirnya saya sempat mengunjungi pondok universitas hebat ini.” [Fathurroji]






















