Arizona, Gontornews – Beberapa spesies dikabarkan tidak mampu menghadapi perubahan iklim yang sangat cepat. Dalam sebuah penelitian menunjukkan lebih 250 spesies hewan dan tanaman dari seluruh dunia tidak mampu beradaptasi dengan perubahan iklim yang sedemikian cepat.
Secara detail, peneliti asal Amerika memprediksi sejumlah spesies amfibi, tanaman tropis tidak mampu beradaptasi dengan perubahan curah hujan dan suhu sebagai akibat perubahan iklim di masa mendatang.
Dilansir dalam laman BBC, Hewan terbiasa bergerak secara geografis akan melakukan migrasi ke tempat dengan suhu yang tepat. Namun bagi hewan yang berada di wilayah tertentu seperti di cagar alam, pulau maupun pegunungan migrasi bukan hal yang memungkinkan.
Sejumlah Ekolog berusaha menganalisis mengapa perubahan iklim terjadi sedemikian cepat hingga membuat ratusan spesies tanaman dan tumbuhan tak mampu bertahan dengan pemanasan global yang terjadi.
Perubahan iklim memang terasa sangat cepat berubah setidaknya untuk beberapa tahun mendatang sehingga kenaikan suhu di wilayah tersebut bisa meningkat hingga 200.000 kali lipat.
“Secara keseluruhan, kami berhasil menemukan bahwa tingkat perubahan iklim yang terjadi menyebabkan populasi tanaman dan hewan terhambat secara drastis jika dibandingkan dengan proyeksi perubahan iklim di masa mendatang,” kata Tereza Jezkova dan John Wiens dari University of Arizona.
Menurut Dr Wiens, mamalia dan burung diprediksi mampu bertahan ketimbang amfibi dan reptil karena memiliki kemampuan untuk menyesuaikan suhu tubuh. Sementara spesies yang lain akan berpindah ke daerah yang memberikan mereka kesempatan untuk hidup.
“Bagi banyak organisme, (migrasi) itu merupakan sebuah pilihan,” kata Dr Wiens.
“Ini bahaya ganda yang ditimbulkan perubahan iklim dan rusaknya habitat (alamiah mereka),” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]




















