Paris, Gontornews – Selain di Kota Strasbourg, polisi Prancis juga menangkap seorang tersangka yang akan melakukan teror di Kota Marseille.
Jaksa Paris, Francois Molins, mengatakan kepada wartawan, Jumat (25/11), tersangka yang ditangkap di Marseille tidak berhubungan langsung dengan keempat tersangka yang ditangkap di Strasbourg. “Tapi mereka sama-sama diberi bimbingan jarak jauh dari anggota ISIS.”
“Semua tersangka memiliki kemauan yang kuat untuk menemukan dan mengidentifikasi target demi, demi melakukan suatu tindakan dalam jangka sangat pendek,” kata Molins.
Selain itu, penyidik juga menemukan sebuah notebook yang berisi 12 halaman tulisan yang disebut kampanye bersenjata, kematian syahid, dan Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin ISIS, kata jaksa.
Empat tersangka yang ditangkap di Strasbourg meliputi dua warga negara Prancis berusia 37 tahun. Sedangankan tersangka yang ditangkap di Marseille berkebangsaan Maroko, 26 tahun.
Dua dari tersangka Strasbourg pernah mengadakan perjalanan ke perbatasan Turki-Suriah melalui Siprus pada Maret 2015, kata jaksa.
Sedangkan tersangka yang ditangkap di Marseille, meninggalkan Maroko pada 2013 dan membuat beberapa perjalanan di seluruh Eropa dengan dokumen ID palsu.
Pada 2015, otoritas Turki mencegah memasuki Turki, katanya.
Prancis tetap memberlakukan keadaan darurat setelah serangan ISIS di Paris pada November 2015, yang menewaskan 130 orang. [Rusdiono Mukri]





















