Pekanbaru, Gontornews — Mubaligh kondang asal Pekanbaru, Riau, Ustaz Abdul Somad (UAS) telah mengajukan pengunduran diri sebagai dosen sekaligus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska), Pekanbaru.
Pengunduran diri UAS sebagai PNS dijelaskan melewati surat yang dikirimkan ke pihak Rektorat UIN Suska Riau. Plt Wakil Rektor II UIN Suska Riau, Ahmad Supardi Hasibuan membenarkan pengunduran diri UAS tersebut.
“Benar ia mundur, dan surat sudah masuk beberapa waktu yang lalu,” ujar Ahmad, Selasa (15/10) seperti dilansir CNN Indonesia.
Ahmad mengatakan UAS mundur sebagai PNS tenaga pengajar di UIN Suska Riau karena kesibukannya dalam berdakwah. “Alasan mundur karena sibuk berdakwah, dan tidak bisa memenuhi tugas mengajar,” kata Ahmad.
Kendati demikian, Ahmad mengatakan surat pengunduran diri UAS masih diproses pihak rektorat. Jika sudah selesai diproses nantinya akan dilaporkan ke Kementerian Agama (Kemenag). “Belum (Kemenag). Inikan sedang kita proses sekarang, iya (masih) di internal kita,” kata Ahmad.
Atas pengunduran diri UAS itu, Ahmad mengakui pihak kampus merasa kehilangan.
“Kami sangat kecewa sekali beliau mundur. Dia itu kan aset kita. Kita cukup menyayangkanlah, kita sangat kehilangan. Tapi ini kan juga pilihan. Jangankan beliau (UAS), Hatta kan (Mohammad Hatta, red) pernah mundur jadi Wakil Presiden kan. Kan tak ada masalah, itu pilihan,” kata dia.
Dia mengatakan pihak kampus merasa sedih saat UAS menyatakan mundur. Namun pihak kampus disebutnya memahami tugas UAS yang dibutuhkan umat di berbagai tempat.
“Kami sangat bersedih. Tapi kami memahami tugas-tugas beliau kan sangat dibutuhkan umat di mana-mana. Sementara kewajiban PNS kan ada yang tak bisa ditolak. Karena mengajar itu wajib, kalau tak mengajar menjadi persoalan, ada sanksi administrasi,” tutur Ahmad.
Meskipun tak lagi berstatus pegawai negeri, UAS menegaskan, dirinya tetap terus berupaya menebar maslahat bagi bangsa dan negara, khususnya umat Islam. “Sebab, pengabdian pada umat dan negara tanpa batas,” kata alumnus S-2 Darul Hadis Maroko itu. [fathur]

























