Petaling Jaya, Gontornews — Pendakwah pakar perbandingan agama asal Mumbai, Dr Zakir Naik mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mengajak seseorang untuk menjadi seorang yang radikal.
Pernyataan ini disampaikan kala DZN membantah tuduhan dari Indi’as National Investigation Agency (NIA) yang menyebut sejumlah teroris yang ditangkap pihaknya menjadi radikal karena menyaksikan video-video DZN.
“NIA, CBI (Center Bureau Investigation) dan polisi telah menghabiskan lebih dari tiga tahun untuk menyelidiki ribuan video, pidato dan materi yang saya cetak tetapi mereka belum menemukan satu pernyataan pun dari saya baik dari video maupun tertulis yang mengatakan bahwa saya mempromosikan kekerasan,” kata DZN sebagaimana dilansir Free Malaysia Today.
“Namun, mereka mengklaim bahwa 127 orang yang ditangkap dalam kegiatan teroris telah dipengaruhi oleh saya. itu adalah kebohongan yang nyata,” tambanya dalam sebuah pernyataan.
Sebelumnya, NIA menangkap sekitar 127 orang yang diduga terkait dengan jaringan teroris, Islamic State (IS), Senin (14/10). Para terduga teroris mengaku bahwa mereka menjadi radikal setelah menonton video DZN.
Ketua NIA, Inspektur Jenderal Alok Mitta mengatakan bahwa melalui alasan tersebut yang mendasari laporan tentang DZN.
DZN menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengajarkan kekerasan. Sementara alasan-alasan yang digunakan merupakan alasan yang dibuat-buat.
“Tuhan melarang, jika pembicaraan saya menciptakan teroris dan saya memiliki lebih dari 200 juta pengikut dan mereka percaya,” tutur DZN
DZN lantas meminta Alok Mitta untuk bertemu dengannya di Malaysia jika membutuhkan keterangan lebih lanjut.
“Saya dapt menjamu ia di Malaysia kapan saja untuk menjelaskan semua kesalahpahaman NIA tentang saya.”
“(Tapi) apakah Mitta menerima undanganku atau tidak, NIA harus menghentikan hal tersebut,” tutup DZN. [Mohamad Deny Irawan]






















