Dhaka, Gontornews — Pemerintah Bangladesh memastikan bahwa rencana pemindahan pengugnsi Rohingya ke sebuah pulau rawan banjir bulan depan. Menurut Ketua repatriasi pengungsi Rohingya, Mahbub Alam Talukder, para pengungsi akan dipindahkan secara bertahap.
“Kami ingin memulai proses relokasi awal bulan depan,” kata Ketua Relief and Repatriaton Comission, Mahbub Alam Talukder, Selasa (22/10).
“Para pengungi akan dipindahkan secara bertahap,” tambahnya sebagaimana dilansir Reuters.
Lebih lanjut, Talukder mengatakan bahwa pihaknya tengah menyusun daftar para pengungsi yang bersedia ke lokasi pengungsian yang baru. Talukder menambahkan sekitar 7.000 pengungsi setuju untuk di pindah ke lokasi pengungsian yang baru.
Sejumlah kelompok hak asasi manusia prihatin akan kondisi tersebut karena lokasi pengungsian yang baru sangat terpencil dan rentan terhadap bencana angin topan.
Sejak Agustus 2017, jumlah pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar tercatat sekitar 730.000 warga. Sementara itu, upaya repatriasi telah dua kali di lakukan oleh Bangladesh dan Myanmar namun urung terlaksana.
Meski dicecar oleh pegiat HAM internasional, Pemerintah Bangladesh memastikan bahwa lokasi pengungsi yang baru aman dari bencana.
“Tidak ada alasan untuk khawatir dengan topan badai karena kami telah membangun tanggul anti badai dan semua fasilitas yang dibutuhkan,” ungkap Sekretaris Kementerian Manajemen Bencana Bangladsh, Shah Kamal.
“Tidak ada yang akan dipindah ke sana jika mereka tidak menghendaki,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]






















