Doha, Gontornews — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tiba di Qatar pada hari Senin dan akan bertemu Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani untuk membahas masalah regional dan hubungan bilateral.
Ankara dan Doha merupakan sekutu dekat regional, sementara kedua pemimpinnya mempunyai hubungan pribadi yang kuat. Kedua pemerintah telah melihat secara langsung berbagai isu kebijakan luar negeri regional dalam beberapa tahun terakhir, seperti perang Suriah, penderitaan rakyat Palestina, dan kudeta Mesir tahun 2013.
Hubungan ekonomi kedua pihak telah kuat, terutama sejak krisis Teluk meletus pada tahun 2017, ketika Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memberlakukan blokade terhadap Qatar dan memutuskan hubungan diplomatik.
Tahun sebelumnya, ketika ratusan orang terbunuh dalam kudeta yang gagal di Turki, Emir Qatar merupakan pemimpin dunia pertama yang menelepon Erdogan dan menyatakan dukungannya.
Qatar juga telah mengeluarkan pernyataan dukungan untuk operasi militer Turki di Suriah utara dalam beberapa tahun terakhir, ketika Ankara menyerang pejuang Kurdi yang dianggapnya sebagai “teroris” untuk mengusir mereka dari perbatasan selatan.
Hubungan Turki dengan Mesir, Arab Saudi, dan UEA juga telah goyah dalam beberapa tahun terakhir karena perbedaan kebijakan luar negeri di wilayah tersebut – khususnya dalam kaitannya dengan Suriah, Mesir dan Palestina.
Hubungan Ankara dengan Arab Saudi mengalami ketegangan hebat setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul oleh agen Saudi tahun lalu. [RM]






















