Ankara, Gontornews — Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan pada 30 November meminta semua pihak yang terlibat di Mediterania Timur untuk menjadikan energi sebagai alat kerjasama, bukan konflik.
“Beberapa [lingkaran] menerapkan bahasa yang mengancam dan kebijakan yang memeras mengenai pembagian sumberdaya di Mediterania Timur. Tidak ada negara di atas hukum internasional. Tidak ada pihak yang mengaku paling berjasa,” kata Erdogan dikutip hurriyetdailynews.com.
“Turki tidak akan tunduk pada ini,” tambahnya.
Pernyataan Erdogan itu disampaikan saat upacara pembukaan proyek Pipa Gas Bumi Trans-Anatolia (TANAP) Eropa.
“Saya meminta semua pihak di Mediterania timur. Mari jadikan energi sebagai alat kerjasama, bukan konflik,” katanya.
Erdogan juga merujuk pada kegiatan pengeboran yang dilakukan Turki di Mediterania timur, dengan mengatakan tidak mungkin untuk “menggulingkan” Turki dalam masalah ini.
“Dua kapal pengeboran berteknologi tinggi kami dan dua kapal survei seismik melanjutkan pekerjaan mereka di kawasan ini,” katanya.
Erdogan menambahkan bahwa Turki tidak akan menarik kapal-kapalnya dari kawasan itu karena membuat marah beberapa kalangan. “Kapal-kapal akan terus melakukan tugas mereka.”
“Turki tidak akan membiarkan orang lain menghancurkan kepentingannya dan Turki Siprus,” katanya.
Presiden juga menggarisbawahi bahwa kegiatan pengeboran Turki akan menghasilkan kedamaian dan kemakmuran, merujuk pada perjanjian baru-baru ini dengan Libya di zona maritim di Mediterania.
Pemerintah Libya dan Turki yang diakui secara internasional pada 28 November menandatangani perjanjian batas laut di Laut Mediterania. [RM]






















