Cairo, Gontornews–Arab Saudi berencana untuk menghapus Ikhwanul Muslimin di Mesir dari daftar teroris.Kelompok itu dilarang di kerajaan Saudi sejak bulan Maret tahun 2014.
Sumber tingkat senior menyatakan bahwa baru-baru ini telah didiskusikan dan digelar pertemuan antara pejabat Ikhwanul Muslimin dan wakil pemerintah Raja Salman Bin Abdulaziz di London, Riyadh, dan Istanbul.
Dari pertemuan ini kemungkinan Saudi akan menghapus nama grup dari daftar teroris dan akan bertukar pemahaman antara Arab Saudi dan organisasi internasional Ikhwan tersebut, demikian seperti dilansir dari Middle East Monitor, (8/12).
Sumber mencatat bahwa keputusan ini akan dibuat segera dan akan diikuti dengan langkah-langkah strategis termasuk mencabut pembatasan yang diberlakukan pada individu yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin di Arab Saudi.
Saudi juga akan mencairkan jutaan dolar dana milik individu di bank Saudi dan akan menghapus setiap hambatan yang mencegah individu berafiliasi dengan kelompok tersebut memasuki wilayah Arab.
Keputusan ini akan membuka lembaran baru hubungan antara Mesir-Saudi yang tegang sejak Mesir mendukung proyek Rusia mengenai situasi di Suriah di Dewan Keamanan PBB. Arab Saudi menanggapi dengan menghentikan pengiriman minyak ke Mesir. Hal ini mungkin menjadi berkontribusi untuk memfasilitasi misi Ikhwanul Muslimin untuk menormalkan hubungan dengan Riyadh.
Menurut sumber, normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Ikhwanul Muslimin tidak akan terbatas pada menghapus nama grup dari daftar teroris, tapi akan diikuti oleh dukungan politik bagi kelompok itu. Saudi juga akan mendorong intervensi dari pihak internasional untuk memaksakan rekonsiliasi dengan pemerintah dan Mesir mengintegrasikan kembali kelompok ke dalam kancah politik. Hal ini seiring keinginan Arab Saudi untuk memberikan pukulan keras kepada pemerintah Mesir. [Ahmad Muhajir]

















