Idlib, Gontornews–Kelompok teroris di provinsi Idlib, Israel telah menculik puluhan anak-anak Suriah dalam tiga hari terakhir dan organ tubuh mereka diperdagangkan, demikian sumber berita fars melaporkan (8/12).
Para penculik ini dilatih secara medis bagaimana memutilasi organ tubuh mereka dan kemudian meninggalkan mayat mereka di daerah terpencil atau menguburkan mereka. Seorang perwira Israel di Turki menunggu organ anak-anak yang akan ditransfer ke pasar gelap untuk transplantasi.
Sumber tersebut mengatakan bahwa tim medis dari kelompok-kelompok ini memiliki keahlian anestesi, ahli bedah dan sejumlah pasukan bersenjata yang menculik anak-anak dan mentransfernya ke daerah yang aman.
Pada laporan sebelumnya, juga mengatakan bahwa anak-anak yang telah diselamatkan dari kamp Abdullah Muhammad al-Muhaysini, seorang ulama al Qaeda senior dan pemimpin agama dari kelompok teroris Jeish al-Fatah, kini terancam bahaya perdagangan organ tubuh.
Sumber-sumber lokal di provinsi Idlib mengatakan kepada surat kabar al-Akhbar bahwa selama dua minggu terakhir, 15 orang telah diculik dari distrik yang berbeda, kebanyakan dari mereka anak-anak.
Para aktivis media sosial telah merilis puluhan pesan dan memperingatkan warga Idlib soal kemungkinan penculikan anak dan perdagangan organ tubuh mereka. Sumber-sumber lokal di beberapa distrik di Idlib telah melaporkan, lebih dari 10 anak-anak telah diculik di berbagai bagian provinsi, termasuk Kafarouma, Jidar Bekalfoun, Atma, Jisr al-Shaqour dan al-Fayqa.
Tak semua upaya penculikan berhasil. Ada pula sejumlah anak yang bisa diselamatkan. “Sejumlah militan mengendarai van putih berupaya menculik seorang anak berusia 10 tahun. Namun, warga setempat melakukan perlawanan dan menangkap pelaku penculikan,” ungkap seorang sumber lokal di kota Samara, sebelah utara Idlib. [ahmad muhajir]


















