Washington, Gontornews — Presiden Amerika Serikat,Donald Trump dan Presiden Turki Racip Tayyip Erdogan, sepakat untuk perlunya mengurangi ketegangan di Provinsi Idlib Suriah, menyusul tewasnya delapan warga sipil akibat serangan rudal, Kamis (2/1).
“Para pemimpin sepakat tentang perlunya de-eskalasi di Idlib, Suriah, untuk melindungi warga sipil,” ungkap pernyataan resmi Gedung Putih sebagaimana dilansir Reuters.
Sebelumnya, sebuah roket yang diluncurkan tentara Suriah menghantam sebuah sekolah, Rabu (1/1). Sekolah tersebut disinyalir merupakan tempat perlindungan bagi warga sipil yang terlantar.
Petugas medis bahkan memprediksi bahwa selain korban tewas, serangan tersebut juga menyebabkan lebih dari 16 orang warga sipil terluka.
Serangan yang dipimpin oleh Rusia dimulai pada April 2019 yang memaksa sekitar 500.000 warga Suriah mengungsi ke perbatasan Turki. Layanan penyelamatan dan sejumlah saksi mata mengatakan bahwa pemboman telah menewaskan lebih dari ribuan warga sipil.
Trump sendiri menyebut Amerika Serikat siap melawan pembantaian di Idlib. Baik Moskow maupun Damaskus membantah tuduhan pemboman warga sipil tanpa pandang bulu dengan mengatakan bahwa mereka memerangi geriliyawan jihad. [Mohamad Deny Irawan]


















